Tag Archives: festival

summer festivals have started

Standard

blog4

blog5

blog6

Musim panas sudah tiba! Hangatnya matahari dan dinginnya es krim, akhirnya tiba saatnya menikmati! Mungkin susah dibayangkan ya bagi pembaca dari daerah tropis. Tapi di sini, setelah berbulan-bulan kedinginan melulu, enak banget deh kalau sudah mulai hangat begini, hehe… Musim panas identik dengan festival dan event-event lain yang menyenangkan, yang mana kami sesering mungkin mengambil bagian dan menikmatinya. Akhir minggu lalu kami mengunjungi dua event seru: Gipsy Festival yang selain menampilkan musisi di beberapa podium juga menyediakan aktivitas sirkus untuk anak-anak dan dewasa (foto dan video di bagian atas), dan Open Day dari Factorium (ini semacam pusat seni, tari dan musik begitu deh). Karena namanya Open Day maka ada banyak workshop dari berbagai macam les yang mereka sediakan, panggung seni dan musik, performance dari segala aliran seni (tari, teater, seni rupa, dll) yang bisa dilihat, didengar, dan dicoba. Sky ikut mencoba les menari untuk anak usia 4-6 tahun. Dan seperti yang bisa dilihat dari foto-foto dan video di bagian bawah, dia menikmati dan senang sekali. Selain itu dia juga banyak menonton pertunjukkan tari, baik di depan podium langsung maupublog1n di depan kaca jendela kelas saat ada grup yang sedang menari. Mulutnya sedikit terbuka dan matanya berbinar-binar…tampak jelas betapa kagumnya dia pada para penari itu. 🙂

***

Het is zomer! De warme zon en de koele ijsjes, het grote genieten kan beginnen! Zomer is bij uitstek de tijd voor festivals en allerlei leuke evenementen, iets wat wij altijd graag meemaken. Afgelopen weekend hebben we al twee leuke bezocht: het Gipsy Festival met allerlei circus activiteiten voor jong en oud (foto’s en video boven) en de Open Dag van Factorium (een center voor kunst, dans, en muziek) waarbij verschillende workshops, proefcursussen, voorstellingen en podia worden gehouden. Sky heeft meegedaan met de kleuterdans, en zoals je op de foto’s en video’s hieronder kunt zien, ze vond het in één woord: geweldig! Ze heeft ook allerlei dansoptredens gekeken, soms voor het podium en soms bij het raam van de danslokaal, allebei met grote ogen en open mond. Zó mooi vond ze het allemaal! 🙂

blog

blog2

blog3

our King’s day today

Standard

blog3

Agak lucu juga kalau dipikir-pikir, bahwa Sky nantinya cuma akan mengingat “King’s day” (Hari Raja) saja. Maklum sampai tahun lalu namanya masih “Queen’s day” (Hari Ratu). Berhubung Ratu Beatrix tahun lalu turun tahta dan digantikan oleh putranya Raja Willem-Alexander, maka nama perayaannya juga diganti. Dan tanggalnya juga maju, dari 30 ke 26 April. Kami yang tua-tua ini masih agak kesulitan untuk mengingat tanggal barunya dan untuk menyebut ‘Koningsdag’ (= King’s day), masih suka keceplosan bilang ‘Koninginnedag’ (= Queen’s day). Hari ini untuk pertama kalinya kami merayakan ‘hari Oranye’ (warna kerajaan Belanda) ini di kota Tilburg. Tidak terlalu beda sih dengan perayaan di kota Rotterdam. Beda utamanya adalah bahwa perayaan di Tilburg tidak dipusatkan di city centre seperti di Rotterdam. Tapi di banyak wilayah dan di jalan-jalan tertentu tetap dirayakan secara meriah.

Pagi tadi kami pergi ke taman Wilhelmina di dekat rumah. Dari jam 10 sampai 13 ada pasar bebas khusus anak-anak, jadi dari dan untuk anak. Kami sukses sekali membeli mainan dan baju-baju “baru” untuk Sky (sekedar info: sekali setahun di Belanda orang-orang boleh berjualan bebas di jalanan, biasanya barang-barang yang sudah tidak dipakai di rumah dijual dengan harga nyaris gratis, atau berjualan makanan dan minuman, atau aktivitas-aktivitas lucu lainnya). Dan makan kue wortel, roti sosis dan minum soda oranye. Seru dan enak! Setelah Sky tidur siang kami bersepeda menuju ke jalan Korvelseweg. Ini jalan panjang yang penuh ragam budaya (ada banyak toko dari bangsa yang berbeda-beda), yang hari ini berubah menjadi satu kumpulan yang dinamis, pokoknya seru banget. Ini kompilasi film dari aktivitas kami merayakan hari Raja tahun ini. Cheers! 🙂

***

blog2

Eigenlijk best grappig als we bedenken dat Sky straks alleen herinneringen over ‘Koningsdag’ zal hebben, terwijl wij nu nog veel moeite moeten doen om niet ‘Koninginnedag’ te zeggen, laat staan om de juiste datum te noemen. Maar vandaag hebben we met z’n allen onze eerste Koningsdag in Tilburg beleefd. Echt heel anders dan in Rotterdam is het toch blijkbaar niet. Het enige verschil is dat het niet echt centraal wordt gevierd. Maar er zijn verschillende straten en wijken met volop bedrijvigheid en gezelligheid.

‘s Morgens zijn wij bij het Wilhelminapark geweest. Van 10 tot 13 was er een kinder vrijmarkt. Van en voor kinderen. We zijn dus enorm geslaagd met “nieuwe” kleertjes en speelgoed voor Sky. En wortelcake, knakworst broodje en oranje ranja. Leuk en lekker! Na Sky’s middagdutje zijn we richting de Korvelseweg gefietst. Het is een lange, multiculturele straat (met veel toko’s van verschillende nationaliteiten) die vandaag veranderd is in een grote gezellige boel. Hier is een korte compilatie filmpje van hoe wij vandaag de Koningsdag gevierd hebben. Proost! 🙂

blog1

our first “dutch carnaval”

Standard

NOTE:

Readers who want to read more about the Dutch carnival (or the local term: ‘carnaval’) can refer to this link from NL Planet, or the more extensive version from Wikipedia.

blog c

***

Pengalaman karnaval kami yang pertama! Ya, karena kami sekarang tinggal di provinsi Brabant, tidak bisa mengelak lagi dari perayaan yang satu ini, hehe… Buat Sky kami membelikannya kostum tawon hitam-kuning dan kostum kepik merah totol-totol, lengkap dengan sayapnya (yang ternyata di prakteknya susah dipakai terutama kalau dia duduk di kereta). Kami sendiri tidak (atau belum, hehe) punya kostum, jadi cepat-cepat bertanya pada ibu tetangga apakah dia punya sesuatu yang bisa kami pinjam. Janske ternyata tidak terlalu suka merayakan karnaval, tapi dia punya beberapa aksesori oranye buat kami (yang biasa dipakai saat hari Ratu/Queen’s day). 😀

blog6

blog7

Hari Minggu adalah perayaan utamanya: parade kendaraan hias. Sesudah Sky bangun dari tidur siangnya kami langsung pergi ke kota. Awalnya Sky kaget dengan ramainya suasana, mendengar musik dan suara-suara yang keras, orang yang luar biasa banyak dan semuanya mengenakan kostum aneh-aneh dan warna-warni. Awalnya dia tidak mau mendekat ke parade, agak panik dan menempel kepada kami, menunjuk-nunjuk arah sebaliknya dan bilang: ‘ke sana…ke sana!’ Jadi kami berjalan dulu berkeliling untuk membiasakannya pada suasana. Musik toh tetap terdengar di latar belakang. Orang-orang ‘aneh’ tentunya ada di mana-mana. Perlahan-lahan kami mendekati kumpulan orang dan parade lagi. Kali ini Sky sudah tenang dan melihat-lihat sekitarnya dengan rasa ingin tahu. Duduk di leher papa tentu paling ideal, bisa melihat jauh! Tapi tidak lama juga, karena dia mau berjalan sendiri dan menuju ke deretan toko-toko yang semuanya tutup. Kali ini kami mengikuti maunya saja. Yang penting suasana karnaval sudah dia alami. 🙂

blog5

Hari Selasa ada karnaval khusus anak-anak. Paradenya sendiri tidak kami lihat, karena persis di jam tidur siang. Tapi waktu sorenya kami pergi ke kota, memang suasananya seru dan menyenangkan sekali. Semua kafe menyalakan musik, banyak yang live juga. Kostum-kostum aneh bertebaran lagi di mana-mana dan kali ini banyak anak yang juga ikut “gila-gilaan”. Jalanan bertabur konfeti dan pita kertas warna-warni. Orang-orang (juga anak-anak) menari dan berdansa polonaise (seperti naik kereta api, tangan ditaruh di pundak orang sebelumnya) dan semuanya ceria dan tertawa-tawa. Sky awalnya mau melihat-lihat dari keretanya dulu, dari jarak yang aman. Sempat didekati oleh seorang anak perempuan berkostum tawon yang ramah sekali dan memberinya sepotong biskuit. Baru waktu Sky sudah merasa percaya diri dia mau berjalan sendiri. Kertas warna-warni di jalanan menarik perhatiannya, juga kostum-kostum lucu (pisang! panda! monyet! Elmo (dari Sesame Street)! kelinci! …terutama kostum binatang dan kadang buah-buahan yang dia kenali, haha). Setelahnya dia makin berani. Hampir memasuki sebuah kafe, berjalan di antara pemain musik, menuju ke belakang podium…dan mama makin susah mengikutinya karena harus sambil mendorong kereta. Untungnya tak lama kemudian dia sendiri yang mau menjauhi keramaian, menuju ke jalan yang lebih sepi dan bermain dengan barang-barang “umum” di jalanan. Karnaval memang seru, tapi di mata anak kecil sepertinya sebetulnya detil-detil kecil yang lebih menarik. Bukan kendaraan hias yang besar dan bisa bergerak-gerak, bukan trompet dan drum yang dimainkan marching band, atau betapa hebohnya orang-orang bergaya dengan kostum-kostumnya. Bukan itu, tapi justru sehelai bulu hijau yang jatuh di tanah, tangga toko yang kali ini bisa dinaiki berulang-kali sambil berlari-lari karena tokonya tutup, atau sebuah boneka lucu yang digendong seorang anak. 🙂

blog4

***

Onze eerste carnaval ervaring! Ja, nu we in Brabant wonen kunnen we er natuurlijk niet omheen, haha… Voor Sky hebben we een bijen- en een lieveheersbeestpakje, compleet met vleugels (die in de praktijk lastig te dragen zijn als zij in de kinderwagen zit). Wijzelf hebben (nog) geen gekke pakjes, dus snel naar de buurvrouw om te vragen of ze iets te leen heeft. Janske is ook niet van de carnaval, maar ze heeft wel wat oranje’s voor ons. 😀

blog3

Zondag was de grote optocht. Nadat Sky van haar middagdutje wakker was, gingen we naar de stad. Aan het begin schrok ze van de harde muziek, het vele lawaai, de immense mensenmassa met gekke, kleurrijke kleren aan en wilde ze niet verder richting de optocht (een beetje in paniek klampte ze tegen mij aan en wees ze de andere kant op: “daar…daar!”). We gingen rustig een blokje om om haar eerst aan de situatie te laten wennen. Muziek bleef op de achtergrond. De gekke mensen waren natuurlijk overal. Langzaam liepen we weer richting de massa. En nu bleef Sky wel rustig en keek ze geïnteresseerd rond. Op papa’s nek kon ze natuurlijk veel meer zien! Maar ook niet lang, want toen wilde ze weer zelf lopen en liep ze tussen de dichte winkels door. Deze keer volgden we haar maar. De sfeer heeft ze toch al verkend. 🙂

blog1

blog2

Dinsdag is de kinderoptocht. De optocht zelf hebben we niet meegemaakt (precies in Sky’s slaap-uurtje). Maar we gingen daarna weer naar de stad toe. Het was erg gezellig. Alle café’s hebben hun muziek aanstaan, weer gekke mensen overal en deze keer vooral heel veel mooi verkleedde kinderen. De straten lagen vol bezaaid met confetti en kleurrijke papieren lintjes. (Kinder) polonaise en vrolijk lachende gezichten. Sky keek eerst rustig rond vanuit haar wagentje (kreeg ze nog een half koekje van een bijen-meisje aangereikt, erg schattig). Toen ze zich eenmaal vertrouwd voelde wilde ze zelf lopen. De snippertjes op straat vond ze interessant, en ook de kostuums (een banaan! panda! aap! Elmo! konijn! …vooral dieren en af en toe fruit trokken haar aandacht, haha). Daarna durfde ze steeds verder. Bijna een café binnengelopen, tussen de muzikanten door, achter het podium…en mama steeds moeilijker manoeuvreren met de kinderwagen, haar achterna. Gelukkig wilde ze zelf niet lang daarna richting een rustige winkelstraat lopen en speelde ze verder met de “gewone” dingen op straat. Carnaval is leuk, maar het is in kinderogen vooral de kleine details die het meest interessant zijn. Niet de grote bewegende praalwagens of de trompetten, of hoe gek sommige mensen verkleed zijn, maar gewoon een groen veertje op de grond, een trap ergens op en neer rennen, of een knuffel dat een meisje bij de kermiswagen gewonnen heeft. 🙂

blog b

blog a

blog d