under the ground

Standard

blog-1

Percakapan baru-baru ini saat mengantar Sky pergi tidur malam (bukan saat yang tepat, tapi ya gimana, dia yang mulai kok. Dan aku tidak mau memanipulasi tema yang memang rumit ini. Sewajarnya saja, tidak terlalu enteng tapi juga tidak terlalu berat. Ya, temanya tentang kematian.)

Sky: “Mama, kalau kita mati, kita bakal tinggal di bawah tanah kan? Seperti opa, ayahnya papa?”
Aku: “Yah, sebagian orang percaya begitu. Ada juga yang percaya kalau kita bakal pergi ke tempat yang indah, yang disebut surga atau paradise. Orang lain lagi percaya kalau kita bakal tinggal di antara bintang-bintang di angkasa, atau di antara ikan-ikan di laut.”
Sky: “Dan ada juga yang bilang kalau nanti di bawah tanah kita bakal melanjutkan hidup.”

Yang mengikuti blog ini mungkin sudah tahu bahwa Sky adalah anak yang sensitif. Dia peka detail dan menyerap semua emosi, segalanya dia rasakan dobel lebih banyak dan lebih dalam. Tema yang menyentuh perasaan seperti mengharukan atau menyedihkan akan menyentuhnya lebih daripada orang lain. Seperti saat ini, saat bibirnya mulai bergetar dan matanya berkaca-kaca penuh air mata.

Sky: “Dan aku berharap, mama…bahwa nanti di bawah tanah kita bakal bertemu lagi, bahwa kita bisa bareng-bareng lagi…”

Bibirnya yang bergetar masih persis bisa menyelesaikan harapan yang indah ini, sebelum air matanya jatuh tidak terbendung lagi. Aku menghiburnya dengan mengatakan bahwa kalau kita sungguh-sungguh menyayangi satu sama lain, bahwa kita akan selalu bersama-sama, di mana pun dan dalam bentuk apa pun. Tapi juga bahwa dia tidak perlu terlalu banyak berpikir tentang kematian, karena kami masih akan hidup lama dan bahagia.

***

blog-1b
Een recent gesprek toen ik Sky naar bed bracht (geen handig moment, maar ja, ze begon en ik wil het thema niet moeilijker maken dan het is. Ja, het gaat over de dood.)

Sky: “Mama, als we dood gaan, gaan we onder de grond, toch? Net als opa, de vader van papa?”
Ik: “Nou ja, sommige mensen geloven dat. Anderen geloven dat we naar een mooie plek gaan, dat noemen ze hemel of paradijs. Weer anderen geloven dat we dan tussen de sterren wonen, of tussen de vissen in de zee.”
Sky: “En sommigen zeggen dat we onder de grond dan verder gaan leven.”

Zoals jullie misschien wel weten, Sky is een gevoelig kind. Ze neemt alle details en emoties waar, en alles komt ongeveer dubbel zo veel/diep/hard aan. Ontroerende of verdrietige onderwerpen zijn extra gevoelig. Zoals nu, beginnen haar lippen ook te trillen en haar ogen te glanzen van tranen.

Sky: “En ik hoop mama…dat we elkaar onder de grond weer eens gaan zien, dat we dan weer samen zijn…”

Ze kon nog net met haar trillende lippen deze mooie wens uitspreken voordat ze in tranen uitbarstte. Ik heb haar getroost door te zeggen dat als je veel van elkaar houdt, dat je voor altijd samen kunnen zijn, waar dan ook en in wat voor vorm dan ook. Maar ook dat ze niet te veel over de dood moet gaan denken, want we zullen nog lang en gelukkig leven.

blog-1a

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s