Monthly Archives: June 2016

first parent-teacher interview

Standard

blog 0

Di Belanda ada yang namanya ‘interview 10 menit’. Sekitar 2 atau 3 kali dalam setahun, tergantung sekolahnya, orang tua bertemu dengan guru untuk membicarakan perkembangan anak di sekolah. Hari ini kami mengalaminya untuk pertama kali. Dan karena kali pertama, kami diberi waktu 20 menit, dan namanya jadi ‘intake’, bukan interview atau percakapan.

Seminggu sebelumnya kami dikirimi formulir berisi beragam pertanyaan seputar Sky, yang harus kami isi dan dikirim kembali sebelum interview. Tentang pandangan kami sebagai orang tua tentang Sky, apa yang membuat kami bangga dan apa yang agak susah, dan tentang segala perkembangannya dari sejak bayi sampai sekarang. Ini yang tadi dibahas bersama guru, untuk melihat apakah beliau mempunyai pandangan yang sama terhadap Sky, dalam waktu 3 bulan dia berada di kelasnya. Untuk interview sesudah ini, sejauh yang kami pahami, situasinya akan dibalik. Jadi guru yang akan mengisi semacam jurnal laporan tentang perkembangan anak, yang akan dibahas dalam percakapan/interview (di sini, khususnya untuk kelas-kelas bawah, nggak ada yang namanya rapor berisi nilai, apalagi ranking).

Nah, sore tadi kami bertiga menuju ke sekolah lagi. Di foto di atas terlihat Sky sedang menaiki tangga menuju ke ruang kelasnya. Aneh rasanya kalau gedung sekolah sesepi dan sekosong itu, kalau sudah terbiasa 5 kali seminggu, minimal 2 kali sehari mengalami gedung ini penuh suara dan keributan anak-anak.

Kami tidak akan menuliskan detail interview tadi di sini. Tapi yang jelas percakapannya menyenangkan. Guru Sky adalah seorang ibu guru yang berpengalaman, lembut dan sangat baik. Dia mengenali profil Sky sebagaimana yang kami tulis di formulir seperti yang dia alami di kelas, jadi tidak berbeda. Dengan menggunakan banyak contoh, dia menggambarkan pandangannya tentang Sky. Apa yang dia suka lakukan di kelas, dengan siapa dia sering bermain bersama. Tentang kegiatan di kelas, jadwal, belajar sambil bermain, kemandirian, rasa percaya diri, dan terutama rasa senang yang harus dialami di sekolah. Semuanya bagus untuk didengar. Semuanya hal yang kami kira penting buat Sky. Untungnya kami sepakat dan berada di jalur yang sama, guru sekolah dan kami sebagai orang tua yang bangga akan anaknya. Dan Sky tentunya, yang setiap hari pergi ke sekolah dengan senang hati dan pulang membawa segunung cerita seru. 🙂

NB: Foto-foto lain adalah hasil karya dan gambar Sky akhir-akhir ini di sekolah. Terlihat bagus dan penuh detail lagi, kalau dibandingkan dengan awal-awal dia masuk sekolah. Kemungkinan besar karena dia sekarang sudah terbiasa dengan situasi di kelas, sehingga dia bisa berkarya tanpa terlalu banyak terganggu oleh hal-hal yang awalnya baru untuknya.

***

blog 1a

In Nederland heb je 2 of 3 keer per jaar een zogenaamde 10-minuten gesprek, om de vorderingen van je kind op school met de juf te bespreken. Vandaag hebben we voor het eerst zo’n gesprek. Maar omdat het de eerste keer is, krijgen we 20 minuten en wordt het ‘intake’ genoemd.

Van tevoren moesten we een formulier invullen waar allerlei vragen over Sky gesteld wordt, zoals hoe wij Sky zien, waar zijn we trots op en wat is lastig, en andere ontwikkelingen op verschillende gebieden, vanaf baby tot nu. Dit hebben we dus besproken, met het achterliggende gedachte om te kijken of de juf hetzelfde idee over Sky heeft, in de 3 maanden tijd dat ze nu in haar klas zit. Wat we hebben begrepen is dat bij de volgende  gesprekken dit andersom wordt, dat wij een soort van rapport van de juf krijgen die we vervolgens gaan bespreken.

Vanmiddag togen we dus met z’n drieën weer naar school. Op de foto klom Sky de trap op richting haar klaslokaal. Best vreemd om het gebouw zo leeg en rustig mee te maken, als je gewend bent om 5 dagen per week, minstens 2 keer per dag het alleen in volle glorie (lees: herrie) ervaart.

We gaan niet alle details van het gesprek hier beschrijven, maar het was een heel fijn, positief gesprek. De juf is een hele lieve, ervarende vrouw, en ze herkent Sky’s profiel zoals hoe we haar beschreven hebben, dus zij is op school niet anders dan thuis. Ze vertelde met veel voorbeelden en verhalen hoe ze Sky ziet in haar klas. Wat Sky het liefst doet en met wie ze om gaat. Over werkjes, schema, spelenderwijs leren, zelfredzaamheid, zelfvertrouwen, en vooral veel plezier hebben. Allemaal leuk om te horen. Allemaal zaken die wij ook belangrijk vinden. Gelukkig zitten we op dezelfde lijn, de juf en wij als trotse ouders. En Sky, die elke dag weer met groot plezier naar school huppelt en vol met verhalen terugkomt. 🙂

PS: Alle andere foto’s zijn Sky’s werkjes en tekeningen die zij recentelijk op school heeft gemaakt. Ze zijn weer veel mooier en gedetailleerder geworden, vergeleken met de eerste weken dat zij op school zat. Waarschijnlijk omdat ze nu gewend is met de school situatie, en dus niet te veel afgeleid is door alle dingen die in het begin nieuw waren voor haar.

blog 1

blog 1b

blog 1c

dreamcatcher

Standard

blog 5

Gara-gara wisata sekolahnya baru-baru ini bertemakan Indian, Sky jadi banyak tahu tentang seluk-beluk kehidupan orang Indian. Tanyanya: “Mama tahu nggak artinya bulu-bulu yang sering dikenakan orang Indian di kepala?” Wah, kurang tahu tuh. “Semakin banyak bulu yang dipakai, berarti orang itu semakin pemberani”, demikian jawabnya.

Minggu ini sekolahnya libur. Cuma sekolah Sky saja yang libur. Ini karena murid-murid setiap hari di sekolah dari jam setengah 9 sampai jam 3 (kalau hari Rabu sampai jam setengah 1). Dan ternyata kalau ditotal jumlah jamnya per tahun, mereka kebanyakan sekolah. Lucu ya, hehe…sekolah lain memang keluar setengah jam lebih awal. Jadi di sekolah Sky ada 2 minggu ekstra libur per tahun, yang mana salah satunya adalah minggu ini. Dan hari ini, di hari pertama liburnya, aku mengamati betapa Sky produktif sekali, dan mau terus berkarya dan membuat prakarya. Mungkin begitu juga kalau di sekolah ya?

blog 3Dari mulai pagi setelah sarapan, kami langsung membuat beberapa kreasi dengan perler beads/ironing beads (manik-manik yang kalau disetrika akan menempel satu sama lain). Setelahnya dia mengecat, menggambar, mewarnai dan membuat macam-macam (salah satunya: anak perempuan naik bis). Lalu dia bertanya apakah kami bisa membuat sebuah dreamcatcher (penangkap mimpi a la Indian). Begitulah, akhirnya kami sibuk bersama. Dia mengecat lingkarannya, menempel-nempel, membuat gantungan pernak-perniknya, dan memilih semuanya. Aku membantu dengan tali-temali dan simpul-simpulnya. Sekarang dreamcatcher-nya sudah tergantung manis di ranjangnya, dan aku yakin saat ini dia pasti sedang bermimpi yang indah. 🙂

Hari ini dia juga mengarang puisi berima yang lucu ini (sayangnya susah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, supaya tetap berima nama Ibu-ibunya aku ganti ya):
Mevrouwtje Kem, mag ik wat jam?  (Ibu Lebai, boleh aku minta selai?)
Mevrouwtje Koen, mag ik een miljoen?  (Ibu Palar, boleh aku minta satu milyar?)

Dan ini juga ucapannya sebelum pergi tidur malam ini:
“Kalau sudah besar nanti aku bakal jadi balerina. Dan mungkin juga aku bakal punya anak. Belum pasti lho, dan tidak harus juga. Dan nanti mungkin kamu bakal jadi oma, dan papa jadi opa. Kalau kalian masih hidup ya.” (ini diucapkannya dengan ringan, tapi dia kaget sendiri dengan kalimat terakhirnya. Sehingga aku cepat-cepat membelokkan arah pembicaraan…)

blog 4

***

blog 6Door haar recente schoolreisje heeft Sky veel geleerd over indianen. Ze vroeg mij bijvoorbeeld: “Mama, weet je wat de veertjes die de indianen meestal dragen op hun hoofd betekenen?” Nou, dat wist ik eigenlijk niet. “Hoe meer veertjes ze hebben, hoe dapperder ze zijn geweest”, was haar antwoord.

Deze week is haar school rooster-vrij. Alle leerlingen krijgen een extra weekje vakantie. Omdat zij elke dag van half 9 tot 3 op school zijn (en op woensdag tot half 1), hebben ze blijkbaar op jaarbasis te veel uren op school gemaakt. Per jaar betekent het twee extra vrije weken, onder andere dus deze week. En vandaag, op de eerste dag van haar vrije week, merk ik dat Sky wel erg productief was en creatief bezig wilde zijn. Misschien net als op school?

‘s Morgens hebben we al met strijkkralen gewerkt. Daarna heeft ze wat vingerverf gedaan, getekend en gemaakt (meisje achterin de bus). En dan vroeg ze of we een dromenvanger konden maken. Samen gedaan. Ze heeft het geverfd, geplakt, hangertjes gemaakt, alles zelf gekozen. Ik hielp met de touwtjes en knoopjes. Het hangt nu zo leuk op haar bed, en ik weet zeker dat zij nu alleen maar mooie dromen gaat krijgen. 🙂

Ze heeft vandaag ook nog een leuk rijmpje bedacht:
Mevrouwtje Kem, mag ik wat jam?
Mevrouwtje Koen, mag ik een miljoen?

En dit zei ze net voor het slapen gaan:
“Ik word later ballerina. En misschien krijg ik ook een kindje. Het is niet zeker hoor, het hoeft ook niet per se. En dan word jij misschien een oma, en papa een opa. Als jullie nog leven dan.” (ze zei dit heel luchtig, maar schrok even van wat ze zei. Heb ik het gesprek maar direct wat afgeleid…)

her first school trip

Standard

blog 1

Satu lagi peristiwa istimewa: school trip (wisata sekolah) Sky yang pertama!

Seru banget, dan tahu nggak apa yang paling menyenangkan? Melihat Sky menikmati semuanya ini! Dari mulai sebelum hari H-nya, betapa dia menunggu-nunggu dengan harap-harap cemas dan senang, membahas yang akan terjadi, menyiapkan segalanya, baik di sekolah maupun di rumah. Dan sesudah pulang tadi, dari mulai saat aku jemput di sekolah sampai waktu tidur malam, ceritanya mengalir tiada henti tentang semua yang terjadi hari ini. Tentang tema Indian, lengkap dengan tari dan lagu Indian, coretan ala Indian di pipi, tenda tipi, bulu yang biasa dipakai orang Indian dan artinya…

Dan tentu saja juga tentang bermain, karena mereka (kelas 1 dan 2) hari ini mengunjungi sebuah tempat bermain besar, sekitar 20 menit naik bis. Outdoor dan indoor, dengan pasir dan air (memang kami diminta membawakan set pakaian ekstra), banyak permainan, rumah-rumahan, bouncing castle, perosotan besar, kereta api yang digenjot, kursi yang diluncurkan, kereta kuda (per kelas berkeliling naik kereta yang ditarik kuda)… Makan siangnya kentang goreng dan sosis (wah wah…), dan es krim sebagai penutup. Di akhir acara mereka bermain mencari harta karun, dan ternyata di dalam peti ada chips untuk dibagi-bagi dan dimakan di bis (wah wah wah…).

Tentu saja dia capek, terutama waktu menjelang makan malam. Tapi capeknya masih masuk akal. Waktu kami berjalan pulang dari sekolah dia masih bisa berlari dan meloncat-loncat. Sementara banyak teman seusianya harus digendong orang tuanya (karena kalau tidak nggak mau berjalan lagi atau jatuh tersandung-sandung saking capeknya). Dan biarpun kami malam ini mencoba membawanya pergi tidur lebih awal, tetap saja dia ngobrol dan bercerita terus sampai waktunya dia betul-betul harus mencoba memejamkan mata. Nah, kalau itu semua bukan pertanda dia menikmati hari istimewa ini…? 😉

***

Weer een mijlpaal: Sky’s eerste schoolreisje!

Echt super leuk om mee te maken, en het leukste van alles is om te zien hoe ze er zichtbaar van genoot. Vóór de reis van de spanning, verwachtingen, en voorbereidingen. En na de reis, nou, van toen ik haar ophaalde totdat ze echt moest gaan slapen kletste ze ons de oren van ons hoofd met allerlei verhalen. Over de indianenthema van de dag, met indianendans, indianenliedjes, indianenschmink (strepen op de wangen), de tipi’s, veertjes en hun betekenis…

En natuurlijk over het spelen zelf, want ze (groep 1-2) waren bij een grote speeltuin geweest (ongeveer 20 minuten met de bus). Met binnen- en buitenspeelruimte, zand en water (een extra broek was inderdaad nodig), springkussen, veel speeltoestellen, huisjes, grote glijbanen, traptreintjes, roetsjende bakken, paardenkar/huifkar… Ze hadden patatjes en frikandel voor lunch (nou nou…), en ijsje (raketje) als toetje. Als laatste hebben ze naar een schat gezocht met behulp van veertjes en daarin zaten zakjes chips voor in de bus (nou nou nou…).

Ze was rond het avondeten wel moe, maar nog niet zo heel erg. Toen we naar huis liepen van school kon ze nog huppelen en rennen, terwijl ik zag dat veel van haar leeftijdgenootjes gedragen moesten worden (anders vielen ze gewoon om of wilden ze niet meer lopen). En hoewel we geprobeerd hebben om haar eerder naar bed te brengen, bleef ze toch babbelen totdat het echt bedtijd was. Als dat allemaal geen tekenen van genieten zijn…! 😉

Montessori (China) day

Standard

blog 3

Kalau kamu, seperti kami ini, baru saja menjadi bagian dari grup orang tua yang anaknya duduk di Sekolah Dasar (SD), mungkin kamu juga sama antusiasnya seperti kami. Terhadap semua yang dialami dan dikerjakan anak di sekolah. Karena semuanya baru, dan semuanya pasti untuk pertama kali. Beberapa hal mengingatkanmu akan masa SD-mu sendiri, tapi kebanyakan hal baru. Aku sendiri tentu tidak mengalami masa sekolah di Belanda, tapi bagaimanapun juga dalam kurun waktu 30-40 tahun memang banyak sekali hal yang berubah.

Seperti hari ini. Sky kan bersekolah di SD Montessori, dan hari ini adalah perayaan ‘Montessori day‘ (tanggalnya sih sepertinya tidak tetap, terserah sekolahnya saja mau merayakan kapan). Setiap tahun mereka memilih sebuah negara sebagai tema. Dua tahun lalu, waktu kami masih dalam masa orientasi memilih SD untuk Sky, temanya adalah Indonesia. Sayang ya waktu itu Sky belum sekolah, hehe… Tahun ini temanya Cina. Beberapa minggu terakhir seluruh murid sibuk mempelajari segala hal tentang negara adidaya ini. Seluruh sekolah dihiasi aksesoris dan hiasan bertema Cina. Semua lemari kaca dan lemari pajangan dipenuhi benda-benda ‘berbau’ Cina, baik yang dibawa oleh murid-murid sendiri maupun prakarya di sekolah. Seru banget!

Dan akhirnya hari H-nya tiba. Sky sudah berhari-hari menanti hari ini. Semua murid (dan guru!) boleh memakai kostum ke sekolah. Di foto terlihat dia sedang menyeberang jalan bersama grup campuran, anak besar dan kecil, dan para Ibu yang membantu terlaksananya hari ini. Mereka sedang mengikuti aktivitas ‘vossenjacht‘ (artinya: berburu rubah). Mencari petunjuk dan huruf-huruf yang tersebar di seputar kompleks. Di jendela rumah kami juga tergantung selembar kertas merah bertulisan huruf ‘a’ (kemarin diserahkan Ibu Guru secara diam-diam, hehe).

Siangnya kami membantu anak-anak membuat prakarya di sekolah. Menggambar panda di hutan bambu, membuat lampion, naga dan kimono. Dan di penghujung hari semua menuju ke kebun belakang untuk menonton show istimewa. Barongsai, tari bendera, demonstrasi pedang, workshop kung fu… Di bagian bawah pos ini bisa dilihat impresi singkatnya. Betapa hari yang menyenangkan, di mana semua orang, tua dan muda, terlihat sangat menikmati!

Oya, hampir lupa: Sesampainya di rumah Sky bilang dia mendapat “PR” dari Ibu guru. Di tas ranselnya ada gelas plastik dan sepasang sumpit. Katanya dia harus mencoba untuk makan krupuk dari gelas, menggunakan sumpit. Nah, langsung kami coba tentunya. Videonya ada di bawah video barongsai. Gimana menurutmu, kelihatan luwes nggak? 😉

***

blog 4

Als jij, net als wij, recentelijk deel bent geworden van de ‘ouders van basisschool kinderen’ groep, dan ben jij ook misschien net zo enthousiast als wij. Over alles wat je kind doet en meemaakt op school. Want alles is nieuw en alles is voor de eerste keer. Sommige dingen herinneren je aan je eigen basisschool tijd, maar veel zijn van deze tijd. Ik heb mijn schooltijd natuurlijk niet in Nederland meegemaakt, maar in 30-40 jaar tijd is er sowieso heel veel veranderd.

Zoals vandaag. Sky zit op een Montessori basisschool, en vandaag vieren we de Montessori dag (de datum is volgens mij niet vast, het is aan de school zelf om het te bepalen). Elk jaar is er een land als thema. Twee jaar geleden, toen wij aan het oriënteren waren, was het thema Indonesië. Jammer dat Sky toen nog niet op school zat, haha… Dit jaar is het thema China. Wekenlang werden er in de klassen gewerkt en geleerd over dit gigantische land. Overal in de school hangen mooie Chinese versieringen. Alle vitrine- en kijkkastjes zitten vol met Chinese spullen, veelal door de kinderen zelf meegebracht of geknutseld. Super leuk allemaal!

En dan is de grote dag aangebroken. Sky keek er al dagen naar uit. Vandaag mogen de kinderen (en de juffen!) verkleed naar school komen. Je ziet op de foto dat Sky met een gemengde groep van kleine en grote kindjes (en hulpmoeders) de straat oversteekt. Ze waren bezig met de vossenjacht, op zoek naar letters en opdrachten rondom de wijk. We hadden ook een letter op onze raam hangen (gisteren stiekem van de juf gekregen).

In de middag gingen we helpen in het knutsel-lokaal. Panda in een bamboe bos tekenen, lampionnetjes maken, draken op een stokje en kimonootjes knutselen. En ter afsluiting gingen we allemaal kijken naar de voorstelling in de achtertuin. Drakendans, vlaggendans, zwaard demonstratie, kung fu workshop… Helemaal onderaan van deze post zie je een korte impressie ervan. Wat een enorme leuke dag, waar iedereen zichtbaar van genoot!

Oja, bijna vergeten: Thuisgekomen vertelde Sky dat zij ‘huiswerk’ heeft meegekregen. In haar rugzak zaten een beker en een paar stokjes, en ze moest proberen kroepoek met die stokjes uit de beker te eten. Hebben we natuurlijk gelijk geprobeerd (zie video onder het drakendans filmpje). En, wat vind je ervan? 😉

blog 7

blog 6

blog 5