first bad word and new lettertype

Standard

blog 1Dia tersandung dus mainannya dan isinya berserakan kemana-mana. Tiba-tiba aku mendengarnya berkata: “sh*t”
Begitu saja, seolah-olah itu kata yang biasa diucapkan. Bahkan tidak memandangku saat mengucapkannya, melainkan langsung memunguti mainannya yang bertebaran. Aku terkesima, tidak mempercayai pendengaranku. Betulkah yang aku dengar tadi? Kata ‘kotor’ pertamanya? Wah, pasti ketularan di sekolah ini! Buset, baru 2 hari sekolah (1 hari penuh + 2 kali setengah hari) sudah begini! Pikiranku penuh tuduhan. Tapi tidak peduli dari mana dia belajar kata itu (dan tidak peduli apakah pendengaranku berfungsi baik atau tidak), aku bereaksi sebagaimana para orang tua kukira juga bakal bereaksi; bahwa kata itu tidak sopan dan aku tidak mau mendengarnya lagi. Bahwa kalau sesuatu tidak berjalan baik atau ada masalah kecil dia harus berkata seperti yang biasa dia katakan “ups / upsi (pupsi)” atau “oh oh”. Nah, sepertinya dia memahami penjelasan dan kata-kataku. Kita tunggu saja apakah memang begitu prakteknya. Walah walah…cepat sekali ya…belajarnya…

Ngomong-ngomong tentang cepat belajar:
Di hari pertamanya sekolah, kami (papa dan mama) boleh tinggal sebentar untuk melihat pengajaran di kelas. Karena tahun ajaran ini sekolahnya penuh sekali (satu kelas yang biasanya berisi 30 anak kali ini sampai 32 bahkan 34 anak), sekolah mengadakan tambahan tenaga pengajar, yang membawa anak-anak di grup terkecil bermain di kelas lain, 3 kali seminggu di pagi hari. Tapi karena hari itu Sky baru pertama kali hadir, dia boleh tinggal di kelas normalnya bersama anak-anak yang sedikit lebih besar (kelas Sky itu dobel, jadi grup 1 dan 2 bersama. Yang grup 2 berumur 5-6 tahun). Anak-anak ini kebetulan sedang belajar huruf. Minggu ini jadwalnya hurup ‘h’ dan ‘o’. Dan ternyata belajar hurufnya itu menggunakan huruf keriting, lain dengan yang selama ini kami pelajari di rumah. Sky tertarik sekali, dan mengikuti permainan huruf dengan penuh semangat. Siang itu cuaca cerah, aku bertanya apakah dia mau bermain di luar. Biasanya dia bakal menjawab ‘ya’, tapi kali ini jawabnya: “Enggak mama, aku mau mengetik di komputermu. Pakai huruf-huruf keriting. Boleh ya?” Hari berikutnya persis sama. Dia ingin sekali belajar huruf baru itu. Kami mengeprint poster berhuruf keriting (yang terlihat di bawah ini) dan menempelnya di sebelah meja belajarnya. Kalau dia memang mau belajar kami tentu bakal membantunya.

blog 2

***
Ze struikelde over haar speelgoed doosje, de inhoud vloog in het rond en ineens hoorde ik haar een woordje zeggen: “sh*t”
Gewoon koeltjes, alsof het een normaal woord is. Ze keek me niet eens aan maar begon gelijk het rondgevlogen speelgoed op te rapen. Ik stond perplex, kon mijn oren niet geloven. Heb ik het wel goed gehoord? Haar eerste scheld woordje? Moet wel op school geleerd hebben! En dat na welgeteld 2 dagen (1 + 2 keer half) op sKleine_letters_2chool gezeten te hebben! Mijn hoofd zat vol beschuldigingen. Maar ongeacht waar ze het geleerd heeft (en ongeacht of mijn oren het goed deden of niet), zei ik wat ik denk gezegd moet worden; dat ik dat woordje niet netjes vind en niet meer wil horen. Dat ze terug naar “oepsie (poepsie)” moet als iets niet goed is gegaan. Ze leek mijn woorden te begrijpen. En nu maar afwachten of het ook echt zo is. Tsjonge tsjonge…wat gaat dat allemaal snel…dat leren…

 

Over snel leren gesproken:
Op de eerste schooldag mochten we (papa en mama) even blijven zitten om te kijken hoe het in de klas gaat. Omdat de klassen dit schooljaar erg vol zitten (32 tot zelfs 34 kinderen per klas), heeft de school extra ondersteuning geregeld en gaan de kleinere kindjes met een andere juf 3 ochtenden spelen in een ander lokaal. Sky mocht blijven zitten omdat het haar eerste dag was. Toevallig gingen de grotere kindjes (groep 2, want Sky zit in de gemengde klas groep 1-2) aan de slag met letters. Ze hebben deze week de letters ‘h’ en ‘o’ om te leren. En dat doen ze dus met krulletjes letters. Anders dan wat we thuis tot nu toe geleerd hebben. Sky vond het reuze interessant. Die middag was het mooi weer en ik vroeg of zij buiten wilde spelen. Normaliter zal ze ‘ja’ zeggen, maar deze keer antwoordde ze: “Nee mama, ik wil graag op je computer tikken. En dan met krulletjes letters. Kan dat?” De dag daarna precies hetzelfde. Ze wil heel graag de nieuwe letters leren. Er hangt nu een poster met krulletjes letters naast haar tafeltje en als ze er naar vraagt zullen we het ook stap voor stap samen bestuderen.

Advertisements

2 responses »

  1. Owalaahhhh…. ‘huruf keriting’ = ‘huruf sambung’…..
    Lah… Bukane kita pas tk n sd tu diajarinya emg huruf sambung????

    • Iya to Niek? Lupa aku…kan ada juga huruf tegak (yang biasa kita baca di buku2 itu lho, seperti tulisan ini juga). Aku pikir itu yang dipakai. Ternyata malah belajarnya huruf sambung. Anaknya sih bilang itu ‘huruf keriting’, hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s