lamps, not candles

Standard

blog4

blog5

Aku mendengar Sky bersenandung di bawah pohon natal (lagunya aku terjemahkan, tapi kalau mau mendengar lagu aslinya bisa klik di sini):
“O pohon natal…o pohon natal…betapa indah ranting-rantingmu.
Terakhir kali aku melihatmu di hutan, waktu itu belum ada lilinnya…
O pohon natal…o pohon natal…betapa indah ranting-rantingmu…”

Waktu aku duduk di sebelahnya dia bertanya: “Mama, kok ada lilin di pohon, gimana sih?” Aku menjelaskan bahwa zaman dulu memang orang menaruh lilin menyala di pohon natal, tapi karena bahaya kebakaran, sekarang orang menggantinya dengan lampu, seperti yang juga kami pakai di pohon natal. “O begitu…kalau gitu mulai sekarang aku menyanyi dengan kata ‘lampu’ dan bukan ‘lilin’ lagi”, katanya tegas. Dan memang betul, sejak itu kalau menyanyikan lagu natal terkenal ini dia konsisten mengganti ‘lilin’ dengan ‘lampu’:
“…. Terakhir kali aku melihatmu di hutan, waktu itu belum ada lampunya… “ 🙂

Foto atas: Ada kandang Natal dengan hewan-hewan betulan di kota. Sky suka sekali dengan untanya, yang memang jinak banget, enak untuk dielus-elus.
Foto tengah: Sirkus Natal yang tiap tahun datang ke kota membuka pintu tendanya untuk pengunjung yang ingin melihat-lihat. Seru juga menonton hewan dan para artis sirkus yang sedang berlatih. Mungkin tahun depan kami menonton show-nya betulan, siapa tahu?
Foto bawah: Sebetulnya tidak bagus untuk lingkungan, tapi sampai saat ini kami bersyukur sekali bahwa musim dingin kali ini terhitung ‘hangat’ (sekedar contoh, 5 tahun lalu tanggal segini semuanya putih karena salju, dan tahun lalu juga suhunya berkisar 5 derajat. Hari ini cuaca cerah 13 derajat, jadi memang tidak terasa seperti winter). Bisa sering bepergian, jalan-jalan, dan bermain di luar, menikmati suasana Natal dan menikmati momen bersama keluarga tercinta! 🙂

***

blog1

Ik hoorde Sky neuriede onder de kerstboom:
“O denneboom…o denneboom…wat zijn je takken wonderschoon.
Ik heb je laatst in ‘t bos zien staan, toen zaten er nog geen kaarsjes aan…
O denneboom…o denneboom…wat zijn je takken wonderschoon…”

Toen ik bij haar kwam zitten vroeg ze: “Mama, kaarsjes in de boom? Hoezo?” Ik heb haar uitgelegd dat het vroeger gewoon was om echte brandende kaarsjes in de kerstboom te zetten, maar omdat het brandgevaarlijk was het nu vervangen is met lampjes. “Oh zo…dan zing ik het voortaan geen ‘kaarsjes’ maar ‘lampjes'”, zei ze resoluut. En inderdaad, sindsdien zingt ze consistent de moderne versie van “O denneboom”:
“…. , toen zaten er nog geen lampjes aan…” 🙂

Foto boven: De lieve kameel bij de levende kerststal in de stad aaien.
Foto midden: Een open dag bij de kerstcircus, leuk om te zien hoe de dieren en de circusartiesten oefenen. Misschien volgend jaar een echte voorstelling bijwonen, wie weet?
Foto’s onder: Het is niet goed voor de natuur, maar we zijn tot nu toe dankbaar met dit “warme” winterweer…heerlijk vaak naar buiten gaan, gezellig de kerstsfeer proeven, genieten van het moment en van elkaar! 🙂

blog2

blog3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s