love to rhyme

Standard

blog

Seperti mungkin hampir semua orang tua di Belanda saat ini, sampai 3 minggu mendatang kami semua sibuk untuk menjadi “asisten Sinterklaas” (bilangnya sambil mengedipkan mata nih, karena ini artinya bahwa kami semua berkonspirasi untuk berpura-pura bahwa Sinterklaas sedang mengunjungi negeri ini sambil membagi-bagi hadiah untuk anak-anak). Di hari pertama, Piet yang bertugas mengatur jadwal sudah mengisi kalender Sky, dan ada 6 sepatu yang diwarnai, yang berarti dia boleh menaruh sepatunya di depan pintu 6 kali selama 3 minggu ini. Setiap kali dia menaruh gambar untuk Sinterklaas, wortel untuk kuda putih Amerigo, dan menyanyikan lagu Sinterklaas. Pagi ini dia senang sekali waktu menengok isi sepatunya. “Aku mendapat sekantong makanan enak-enak!”, serunya. Pepernoten (biskuit khas Sinterklaas), kacang mete, kismis, dan sebuah permen strawberry. Di akhir hari dia bilang: “Aku dapat banyak sekali pepernoten ya, aku simpan setengah buat besok deh. Tolong dimasukkan ke kantongnya lagi ya ma?”

blog1Tahun ini kami lebih memfokuskan lagi pada surat yang selalu disertakan Sinterklaas setiap mengisi sepatu. Tradisinya memang surat itu selalu dibuat berima (bersajak), dan bercerita tentang hadiah atau isi sepatunya. Kenapa lebih fokus? Karena Sky sekarang suka dengan kata-kata berima. Banyaknya buku yang kami bacakan untuknya tentu membantu tumbuhnya kesukaan ini, terutama buku-buku klasik anak-anak Belanda (kalau mau tahu nama pengarang yang paling terkenal untuk cerita-cerita berima, yaitu: Annie M.G. Schmidt, Dick Bruna, dan Marianne Busser/Ron Schröder). Di Indonesia sajak berima memang tidak terlalu populer, tapi di sini populer sekali. Apalagi kalau musim Sinterklaas begini. Dan kami senang sekali melihat Sky juga mulai suka. Setiap kali Bert dan Ernie dari Sesame Street membuat sajak berima yang lucu dia selalu terpingkal-pingkal (misalnya ‘chips’ dan ‘bips’, yang artinya pantat), dan akhir-akhir dia mulai membuat rima sederhana sendiri, seperti ‘gat’ dan ‘dat’, atau ‘bal’ dan ‘val’. Kadang rima-nya nggak beraturan, tapi makin lama makin bagus dan betul. Seru mendengarnya! 🙂

***

blog2Zoals waarschijnlijk bijna alle ouders in het land, zijn we op dit moment ook volop bezig de Hulp-Pieten van Sinterklaas te zijn *knipoog*. De Regel-Piet heeft bij ons de schoenkalender ingevuld en Sky mag 6 keer haar schoen zetten. Vanmorgen was zij dan ook heel blij toen er iets in haar schoen zat. “Ik krijg een zakje met allemaal lekkers!”, riep ze. Pepernoten, cashewnoten, krenten, en een aardbeiensnoep. Aan het eind van de dag zei ze plechtig: “Ik heb zoveel pepernoten gekregen, ik bewaar de helft voor morgen. Doe je ze weer in het zakje, mama?”

Dit jaar besteden we meer dan daarvoor aandacht voor de begeleidende brief van de Sint. Want Sky is nu helemaal dol op rijmen. De vele boeken die we haar voorgelezen hebben laten haar liefde voor rijm-teksten groeien, met Annie M.G. Schmidt, Dick Bruna, en Marianne Busser/Ron Schröder als de ultieme “helden” (maar ook vele andere boeken, zelfs de AVI boeken voor schoolgaande kinderen). Ze kan nu echt genieten van rijm-teksten (ligt nog altijd in de deuk bij de grappige rijmen van Bert en Ernie, zoals ‘chips’ en ‘bips’), en begint eenvoudige rijmen zelf te maken, zoals ‘gat’ en ‘dat’, of ‘bal’ en ‘val’. Soms lijken haar gerijmde zinnen nergens op, maar het wordt steeds vaker van wel. En dat is echt genieten! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s