our first “why?” day

Standard

blog2

Akhirnya tiba juga harinya.
Siang tadi kami semua sedang sibuk di halaman belakang. Sambil menikmati matahari bulan November yang cerah, aku sibuk menggemburkan tanah untuk menanam umbi-umbi bunga, sebagai persiapan untuk musim semi mendatang. Joop sedang sibuk mencuci velg ban winter yang tadinya tersimpan rapi di gudang dan sekarang sudah waktunya untuk dipasang di bawah mobil lagi, sebelum musim dingin betul-betul datang. Sky mondar-mandir di antara kami, kadang mau membantu menyebar umbi dan mendorongnya masuk ke tanah, kali lain dia memilih untuk menonton papanya membersihkan dan menyiapkan ban winter. Lalu tiba-tiba saja pembicaraan antara mereka jadi begini:

Sky: “Papa, kenapa dibersihkan?”
Papa: “Oh, karena kalau bersih kelihatan lebih bagus kan.”
Sky: “Tapi kenapa?”
Papa: “Karena ban ini nanti mau aku pasang di bawah mobil kita.”
Sky: “Ya…tapi kenapa?”
Papa: “Karena ini ban untuk musim dingin, dan sekarang kan sudah mau mulai musim dingin.”
Sky: “Ya…tapi kenapa?”
Papa: “Di musim dingin mobil harus memakai ban yang lain, dan ini jenis ban yang cocok.”
Sky: “Ya…tapi kenapa?”

Dan percakapannya berlangsung terus-menerus. Joop mulai bergumam tentang daya rekat antara ban dengan jalanan dan tentang bermacam-macam jenis karet material ban. Aku tidak tahan untuk tidak tertawa cekikikan di sela-sela menanam umbi bunga. Oh oh oh…hari pertama “kenapa” kami sudah menjadi kenyataan. Joop bilang bahwa di bulan-bulan mendatang aku mungkin bakal sibuk menjawab pertanyaan yang sama ini terus-menerus, dan bahwa aku harus mencoba menjawab sebisanya, untuk memuaskan rasa ingin tahu si kecil ini yang besar. Yah…moga-moga kalau sudah bosan menjawab, aku bisa menerapkan beberapa tips yang pernah aku baca tentang menjawab pertanyaan ‘kenapa’ ini: bertanya balik (‘kenapa coba, kalau kamu pikir sendiri?’), lebih cepat melontarkan pertanyaan ‘kenapa’ yang baru (‘kenapa ban selalu bundar, hayo?’) dan mengalihkan perhatiannya (‘kamu tahu tidak sebetulnya ‘velg’ itu apa sih?’). Itu teorinya, sekarang kita coba lihat prakteknya bagaimana. 😉

***

blog3Het is zover.
Vanmiddag waren we lekker bezig in de tuin. Genietend van de november zon, ik ben bezig de grond te spitten en de bloembollen te planten voor de komende lente. Joop was bezig de velgen van de winterbanden te poetsen om ze vervolgens onder de auto te zetten. Sky pendelde heen en weer tussen ons, de ene keer wilde ze helpen met de bloembollen in de aarde te drukken, de andere keer keek ze gefascineerd naar wat papa aan het doen was. En ineens werd het gesprek zo:

Sky: “Papa, waarom maak je schoon?”
Papa: “Oh, omdat ze er mooier uitzien als ze schoon zijn.”
Sky: “Waarom dan?”
Papa: “Omdat ik deze banden straks onder de auto ga zetten.”
Sky: “Ja…maar waarom dan?”
Papa: “Omdat dit winterbanden zijn, en het nu bijna winter is.”
Sky: “Ja…maar waarom dan?”
Papa: “In de winter hebben auto’s andere banden nodig, en het zijn deze banden.”
Sky: “Ja…maar waarom dan?”

En zo ging het door en door. Joop begon iets over de grip en de verschillende rubbermaterialen te mompelen. Ik kon het niet laten om te giechelen tijdens het planten door. Oh oh oh…de eerste “waarom” dag is een feit. Joop riep naar mij dat ik de komenden maanden waarschijnlijk meer van dit soort gesprekken ga krijgen, en dat ik die vragen zoveel mogelijk moet gaan beantwoorden, om haar nieuwsgierigheid te voeden. Tja…hopelijk als mijn geduld bijna op is, kan ik dan een paar trucjes die ik hierover ooit gelezen heb toepassen: terugvragen (‘waarom denk je het zelf?’), snel een andere ‘waarom’ ingooien (‘waarom zijn banden rond?’) en afleiden (‘maar weet je eigenlijk wat een velg is?’). Het zijn de theorieën, nu de praktijk nog. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s