Monthly Archives: November 2014

carpentry and craft, and lotsss of play

Standard

blog2

Hari ini kami mengunjungi sebuah tempat bermain (yang artinya: bermain buat Sky, olahraga buat kami, hehe). Ada beberapa Piet Hitam juga (masih bertema Sinterklaas) yang datang berkunjung dan ikut bermain bersama anak-anak. Awalnya Sky agak kaget melihat ada Piet, tapi sesudahnya dia tertarik juga dan dengan gembira berlarian mengikuti Piet kemana-mana. Selain itu kami juga membuat beberapa kerajinan tangan (Sky baru-baru ini mulai belajar bagaimana cara menggunting dengan gunting khusus anak). Dan juga belajar bertukang, tentunya secara aman. Sekarang dia sudah tahu bagaimana menggunakan palu, moga-moga tekniknya tidak digunakan di seputaran rumah ya, hehe…

***

blog3

We zijn vandaag bij een speelparadijs geweest (het betekent: spelen voor Sky, sporten voor ons, haha). De Pieten waren op bezoek en speelden met de kids mee. Sky schrok eerst een beetje toen ze de Pieten zag, maar daarna vond ze het toch leuk en volgde de gekke Pieten overal. Daarnaast hebben we lekker geknutseld (Sky heeft recent een beetje geleerd hoe zij een kinderschaar moet gebruiken). En ook (veilig) getimmerd! Nu weet zij hoe een hamer werkt, hopelijk gaat ze het niet overal in het huis toepassen, hihi…

second Sinterklaas gift: princess soap!

Standard

blog2

Ini surat pengantar dari Sinterklaas, bersama dengan kado yang tadi pagi kami temukan di bawah sepatunya di depan pintu rumah (betul-betul ya, si Sinterklaas memang serba tahu…):

Sky yang manis,
Aku mendengar kabar baik dari Piet-Mandi,
bahwa kamu mencuci mukamu setiap hari.
Nyaman berendam di bak air hangat,
bermain air dan menciprat-ciprat.
Oh, tapi sayang sekali,
sabun Hello Kittymu kemarin habis tak berisi.
Untung Piet-Mandi bisa cepat menemukan solusi,
supaya besok malam kamu bisa mandi lagi.
Salam dari Sint dan Piet-Mandi.
PS: Amerigo senang sekali dengan wortel di dalam sepatu, 
dan gambar darimu sekarang tergantung di ruang kerjaku.

***

Dit is de begeleidende brief van Sinterklaas, samen met het cadeautje die wij vanochtend onder haar schoentje aantroffen (die Sint, die weet ook echt alles hè…):

Lieve Sky,
Ik hoorde van Bad-Piet een goed bericht,
jij wast elke avond je gezicht.
Lekker elke dag in een warm bad,
waarin je lekker met water spat.
Maar wat een strop,
je Kitty-zeep is op.
Daar heeft Bad-Piet snel wat aan gedaan,
zodat je morgen weer lekker in bad kunt gaan.
Groet van Sint en Bad-Piet.
PS: Amerigo is super blij met de wortel, 
en de tekening heb ik opgehangen in mijn werkkamer.

2 years and 8 months old today! ♥

Standard

blog

Sepulangnya dari sekolah Sky bercerita: “Mama, di sekolah tadi E (sahabat karibnya) bilang bahwa dia mau menikah…denganku.”
Aku: “O itu manis kan. Karena kamu menikah hanya dengan orang yang paling kamu sayangi.”
Sky (berpikir sebentar): “Hmm…seperti papa dan mama!” Lalu dia menarik tangan kiriku dan mencari jari yang mengenakan cincin kawin. Dipegang dan diamatinya, lalu bilang: “Pakai ini, kan?”

blog3Gadis kecil kami hari ini genap berusia 2 tahun dan 8 bulan. Seorang Ibu teman kami belum lama ini bilang, setengah becanda: “Sky cocok deh kalau jadi polisi.” Yah, memang ada benarnya. Sky sangat fokus dengan urut-urutan dan ‘aturan’. Jika ada sesuatu yang menurutnya tidak benar atau tidak menurut aturan, dia bakal memberitahu bagaimana yang seharusnya, pada siapa pun yang menurutnya harus mendengar. Kalau kami mau bepergian dia bakal mengecek apakah bawaan kami sudah lengkap: “Mama, sudah bawa tas? Dan kunci?” Sebetulnya praktis ya, karena aku memang sering lupa membawa sesuatu! Hehe…

Di bawah ini film dari kelas menarinya siang tadi. Setiap anak mendapat stiker di lantai sebagai tanda di mana dia harus duduk. Sky menjaga stikernya baik-baik, agak terlalu malah. Anak lain jelas tidak boleh duduk di stikernya. Dan bukan cuma itu, dia juga memberitahu anak-anak lain di mana mereka harus duduk. Kalau ada properti yang harus dibereskan sesudah menari (kain, pita, alat musik dll) Sky pasti yang paling bersemangat membereskan, dan dia juga mengejar-ngejar anak-anak lain sampai semua mengembalikan barang-barangnya. Tapi biarpun selalu fokus begitu, dia tetap saja mudah menjadi emosional. Lagu terakhir di kelas menarinya adalah lagu yang lembut dengan melodi yang sendu. Semua berbaring di lantai (tapi Sky tidak pernah mau) dan Ibu guru menari akan berkeliling dengan membawa kain lembut yang menyapu lantai. Ini momen di mana Sky masih sering harus menyeka air matanya, seperti juga yang terjadi siang tadi.

***

Thuisgekomen van school vertelde Sky: “Mama, op school zei E (haar vriendinnetje) dat zij wil trouwen… met mij.”
Ik: “Nou dat is lief. Want je trouwt alleen met iemand die je héél leuk vindt.”
Sky (even nadenken): “Hmm…net als papa en mama!” Daarna pakte zij mijn linkerhand en zocht ze mijn trouwring op. Dat vasthoudend zei ze: “Met deze, toch?”

Onze lieve meid is vandaag 2 jaar en 8 maanden oud geworden. Een bevriende moeder zei recent voor de grap: “Sky zou zo een politieagent kunnen worden.” Tja, daar zit een waarheid in. Sky is erg ingesteld op orde en ‘regeltjes’. Als iets volgens haar nog niet in orde is, vertelt ze graag hoe het moet, aan iedereen. Als wij naar buiten gaan checkt ze eerst of wij alles hebben: “Mama, heb je je tas al? En sleutel?” Op zich vrij handig, want ik vergeet heel vaak dingen! Hihi…

Hieronder is een filmpje van de dansles van vanmiddag. Elk kind kreeg een sticker op de vloer als teken waar hij of zij moest zitten. En Sky was erg gefocust op haar eigen sticker. Het kon niet dat een ander kind daar ging zitten, en zij vertelde ook aan haar buren waar zij allemaal moesten zitten. Als iets opgeruimd moest worden (lintjes, stofjes, muziek instrument enz) ging zij als eerste de spulletjes opruimen, en zat ze ook achter elk kind na totdat ze allemaal de spulletjes inleveren. Maar hoe streng zij ook is, emotioneel blijft ze. Bij het laatste lied met een zachte melodie en de juf die met een zwierig stofje langs iedereen ging (we moeten eigenlijk liggen, maar dat wil Sky natuurlijk nooit) moet ze nog vaak een traantje wegpinken, zoals vandaag ook het geval was.

some funny talks with our toddler

Standard

blog

Sky sedang bermain di luar rumah dengan papa. Waktu yang tepat untuk membersihkan ruang keluarga, terutama menyedot debu karpet di antara TV dan sofa, di mana Sky selalu bermain (dan makan, dan menjatuhkan segala remah-remah dan serpihan tanah liat dll). Saat semuanya sudah bersih, aku pikir mungkin asyik untuk menata semua mainan ‘Little People’nya di sekeliling karpet: rumah, peternakan, sekolah, istana, pasar malam, dan taman bermain. Sebetulnya ini sudah sering juga dia lakukan sendiri, supaya seputaran karpetnya menyerupai sebuah kota kecil untuk mainan boneka-boneka kecilnya. Memang terlihat menyenangkan sekali. Lalu Sky pulang ke rumah, langsung menuju ke ruang keluarga dan melihat apa yang sudah aku tata di karpet. Dia bilang: “Mama…ini sudah kamu bersihkan semua? Dan semua mainannya ditaruh di sini?” Dia mengeluh dan melanjutkan: “Sekarang harus aku bereskan semua deh…” Hahaha…ternyata tidak sesuai seleranya, dan dia kembalikan bangunan-bangunan mainannya satu demi satu. Biarpun begitu tak lama kemudian pemandangan karpet kami sebetulnya tidak jauh beda, berantakan seperti biasanya seperti terlihat di foto. 😀

blog2Satu lagi percakapan lucu hari-hari ini adalah tentang bahan baku benda-benda. Berawal saat aku secara tidak sengaja memecahkan gelas Mini Tikus kesayangannya saat dicuci. Aku menjelaskan bahwa bahan baku gelas (kaca) memang bisa pecah, lain dengan bahan plastik misalnya, seperti gelasnya yang lain. Lalu dia mulai bertanya-tanya tentang bahan benda-benda lain. Menunjuk segala macam benda di sekelilingnya dan bertanya: “Kalau ini, dari apa?” Jawaban kami: “Dari plastik, dari karet, dari kertas, dari kain, dari gelas, dari kayu…” Semuanya masih gampang dijawab, sampai saat dia bertanya: “Kalau aku?” sambil menunjuk ke dirinya sendiri. Kami menjelaskan bahwa dia adalah orang. Lalu dia menyimpulkan sendiri sambil tertawa-tawa: “Aku tidak terbuat dari apa-apa!” Setelah beberapa hari dia datang sambil membawa sebuah tempat makan: “Mama, kalau yang ini dari plastik ya, bukan dari gelas”. Dan pagi ini malah lebih mendalam lagi, katanya saat sarapan: “Stroop (semacam selai) apelnya ada di tempat plastik tebal dan daging ada di tempat plastik tipis.” Hehehe…jelas-jelas anak dari seorang material engineer nih! 😀

Dan siang ini dia main keluar dengan papa. Pulangnya di mobil Sky bertanya: “Papa, bisa berhenti sebentar nggak? Punggungku gatal.” Mereka sedang berada di tengah kota, jadi gampang untuk memarkir mobil sebentar di bahu jalan (beda dengan kalau sedang di jalan tol). Papa menuju ke kursi belakang dan menggaruk punggung Sky. Aku tentu saja tidak melihat reaksinya dengan mata kepala sendiri, tapi berdasar laporan papa katanya wajahnya saat itu betul-betul menunjukkan reaksi “aaahhhhh enaknyaaa….” Hahaha….

***

Sky was buiten met papa aan het spelen. Een goed moment om de woonkamer te stofzuigen, vooral het tapijt tussen de TV en de bank waar Sky altijd speelt (en eet, en kleit, en knoeit…). Toen alles weer schoon was, dacht ik dat het leuk zou zijn om al de speelgoed-gebouwen van haar ‘Little People’ setjes, dus het huis, de boerderij, de school, het kasteel, de kermis, en de speeltuin rondom het tapijt te zetten. Doet ze zelf ook vaak, dan heeft ze een soort speeleiland voor al de kleine poppetjes. Zag er gezellig uit. En dan kwam ze thuis, liep direct naar de woonkamer, zag wat ik gemaakt heb en zei: “Mama…heb je alles schoongemaakt en deze allemaal hier gezet?” Ze zuchtte en vervolgde: “En nu moet ik ze allemaal weer opruimen…” Hahaha….toch niet naar haar zin en zette ze de gebouwen een voor een weer terug. Hoewel niet lang daarna ziet het tapijt weer eruit zoals altijd, als een gestrande schip zoals op de foto te zien is. 😀

Eblog1en ander grappig gesprek deze dagen is over materialen. Het begon toen ik per ongeluk haar geliefde Minnie glas brak bij het afwassen. Ik legde haar uit dat het komt omdat het materiaal glas breekbaar is, anders dan haar andere beker van plastic bijvoorbeeld. Toen begon ze over andere materialen te vragen, wees ze naar allerlei spullen en vroeg: “En deze is van?” Ons antwoord: “Van plastic, van rubber, van papier, van stof, van glas, van hout…” Makkelijk, totdat ze naar zichzelf wees: “En ik?” We antwoordde dat zij een mens is, en lachend concludeerde ze zelf: “Ik ben van niks!” Na een paar dagen kwam ze met een eetbakje en zei: “Mama, deze is van plastic, niet van glas.” En vanmorgen ging het nog een stukje verder: “De stroop zit in een dikke plastic en het vlees in een dunne plastic…” Hahaha, duidelijk een dochter van een material engineer! 😀

En vanmiddag was zij op stap met papa. Toen ze terug reden in de auto vroeg Sky: “Papa, wil je even stoppen? Ik heb jeuk op mijn rug.” Het was midden in de stad en dus vrij makkelijk om de auto even te parkeren. Papa ging naar de achterbank en krabde Sky’s rug. Ik heb haar reactie natuurlijk niet zelf gezien, maar volgens papa was het echt zo’n “aaahhhhh lekkerrrr….” gezicht die zij toonde. Hahaha….

her biking progress

Standard

Ya ya…papa dan mama sekarang harus berolahraga tiap kali Sky duduk di atas sepedanya, baik yang sepeda kayuh maupun sepeda kuningnya dengan roda samping. Jadi maafkan kualitas filmnya ya, susah untuk bersamaan merekam film dan berlari-lari! Satu poin yang kami amati, biarpun Sky sudah lumayan pintar bersepeda, tapi dia belum mau/bisa bersepeda lama. Biasanya kami berkeliling kompleks saja menuju ke taman bermain yang berjarak beberapa blok. Tapi seringnya dalam perjalanan pulang kami harus mendorongnya (kalau dia duduk di sepeda kuningnya maka dia akan mengangkat kedua kakinya sehingga bisa kami dorong, dan kalau kami harus menggotong sepeda kayuhnya maka dia berjalan kaki saja ikut pulang). Tapi menyenangkan sekali ya melihatnya bersepeda begitu. Sering kami yang mengikutinya di belakang yang deg-degan, tapi sampai sekarang untungnya selalu lancar. Ada kalanya dia jatuh, tapi syukur sampai saat ini tidak pernah jatuh dengan keras (sambil mengetuk kayu 3 kali ya). 😉

***

Ja ja…het is nu sporten voor papa en mama als Sky op de fiets zit, zowel op de loopfiets als op de gele fiets met zijwieltjes. Dus sorry voor de kwaliteit van de filmpjes, het is lastig om te filmen en te rennen tegelijk! Een puntje is dat hoewel Sky nu goed kan fietsen, lang volhouden wil/kan ze nog niet. Meestal doen we een kort rondje naar de speeltuin een paar straten verderop, maar vaak op de terugweg moeten we haar toch even duwen (als zij op de gele fiets zit dan doet ze haar beide voeten omhoog, en als wij haar loopfiets moeten optillen dan gaat ze gewoon zelf lopen). Maar goed hè hoe zij nu fietst en stuurt! We houden vaak ons hart vast maar tot nu toe gaat het eigenlijk altijd goed. Af en toe valt ze wel maar nog nooit echt hard (klop klop op de hout). 😉

first time in the carousel, yayyy!

Standard

blog

Hari ini di Efteling (semacam Disneyland a la Belanda) tiba-tiba Sky bilang: “Aku sekarang sudah besar, aku mau naik komidi putar sendiri!”
Kami hampir tidak percaya akan apa yang kami dengar. Satu setengah bulan yang lalu kami menulis pos ini, di mana kami menjelaskan ketidaksukaan Sky akan segala atraksi yang bergerak. Waktu itu komidi putar adalah sebuah tabu besar untuknya, dan sekarang tiba-tiba dia menarik-narik tangan kami untuk segera menuju ke antrian untuk naik komidi putar! Biarpun tentu mama harus ikut, tidak naik sendiri. Beberapa minggu lalu kami pergi ke Efteling bersama-sama keluarga E, sahabat karib Sky. E dan kakak perempuannya sudah sangat terbiasa dengan segala macam atraksi di Efteling. Dan kami berpikir bahwa pengalaman ini sangat berarti buat Sky, melihat temannya yang “berani” naik dan mengikuti macam-macam permainan dan atraksi. Karena sejak saat itu pilihan atraksinya di Efteling jadi jauh lebih bervariasi. Senang sekali melihatnya! 🙂

***

Vandaag bij de Efteling zei Sky ineens: “Ik ben nu een grote meid, ik ga alleen in de draaimolen zitten!”
We konden onze oren bijna niet geloven. Anderhalf maand geleden postten we nog dit, waar wij haar afkeur voor bewegende objecten beschreven. Draaimolen was een grote “nee”, en nu ineens trok ze aan onze hand om in de rij te staan voor de draaimolen! Wel moest mama toch mee hoor, niet dat ze echt alleen ging zitten. Een paar weken geleden gingen we samen met de familie van E, haar vriendinnetje, naar de Efteling. E en haar grote zus zijn al gewend om in alle attracties te zitten, en we denken dat het Sky toch veel uitmaakt om te zien dat haar vriendin overal “durft” mee te doen en in te gaan. Want sindsdien zijn haar keuzes bij de Efteling flink breder geworden. Erg leuk om te zien! 🙂

first gift from Sinterklaas

Standard

Disclaimer for English speaking readers:
The Dutch Sinterklaas is not the same as the Christmas Santa Claus. Yes I know it sounds weird, but we kinda have double celebrations here (speaking about commercialism and consumerism during the holiday seasons…double as long!). When Santa Claus is celebrated at Dec 25th, Sinterklaas has come last week all the way from Spain, and will stay in this country until Dec 5th (his birthday) before heading back to Spain the day after. During these 3 weeks he and his helpers will travel around the country to spread gifts for all children who put their shoes in front of the fireplace (or the front door). 🙂

***

blog

Akhirnya Sky boleh menaruh sepatunya untuk Sinterklaas. Untung dia belum sadar bahwa sebetulnya aneh kalau dia baru boleh menaruh sepatunya di hari Jumat dan bukan hari-hari lainnya, hehe… Untuk tahun depan kami sudah belajar bahwa ada beberapa metode lain yang lebih meyakinkan, seperti membuat kartu yang menunjukkan apakah Sinterklaas ada di sekitar kota, atau boleh menaruh sepatu tiap hari, tapi Sinterklaas kan tidak tiap hari punya waktu untuk mengisi sepatunya.

Mungkin harus dijelaskan sedikit tentang Sinterklaas ini ya. Di Belanda memang perayaannya bisa dibilang dobel. Sinterklaas tidak sama dengan Santa Claus yang tentu saja dirayakan saat hari Natal. Sinterklaas ini ceritanya datang dari Spanyol naik kapal, dan datang sekitar pertengahan November (minggu lalu) ke Belanda. Di sini dia tinggal sampai tanggal 5 Desember (hari ulang tahunnya) dan akan balik lagi ke Spanyol di hari berikutnya. Selama 3 minggu ini dia dan pembantu-pembantunya para Piet akan berkeliling membagi-bagi hadiah untuk anak-anak yang menaruh sepatunya.

Kami memberi Sky sebuah wortel untuk ditaruh di sepatu, ini untuk Amerigo, kuda putih Sinterklaas. Selain itu Sky bersama dengan papa mewarnai sebuah gambar Sinterklaas (biasanya anak-anak menaruh hadiah kecil juga buat Sinterklaas di sepatu). Gambarnya digulung di sekitar wortel, lalu ditaruh di sepatu. Karena kami tidak punya perapian (ceritanya kan Piet akan masuk ke rumah lewat cerobong asap dan turun ke perapian) jadi sepatunya ditaruh di depan pintu masuk, kan Sinterklaas pasti harus lewat situ kalau mau masuk ke rumah. Lalu menyanyikan lagu Sinterklaas dan menunggu semalaman…

blog2Reaksi Sky pagi tadi sesudah bangun tidur bisa dilihat di film (ada di bagian paling bawah). Tidak bosan-bosannya kami tonton berulang kali…lucuuu banget!!! 🙂
Ini terjemahan isi filmnya:
Papa: “Kamu mau lihat apa Sky?”
Sky: “Lihat sepatu yang di depan pintu.”
Papa: “Oke, ayo kita lihat.”
Sky berlari ke pintu depan: “Masih ada… (diam) …ada kado di bawahnya… tapi wortelnya… wortelnya hilang! Ada kado…”
Papa: “Apa, wortelnya hilang?”
Sky: “Wortelku…iya hilang. Gambarnya juga hilang! Mungkin…mungkin ada di dalam kadonya!”
Papa: “Mungkin ada di dalam kado? Ayo kita lihat yuk.”

Sky memungut hadiah, surat dan sepatunya lalu berlari masuk ke ruang keluarga. Walaupun papa berusaha mengeremnya (tunggu sebentar Sky!) dan bertanya apa isi suratnya (karena harusnya surat ini dibaca dulu sebelum membuka kado), tapi Sky sudah tidak sabar dan mengeluarkan isi kadonya, lalu bilang:
Sky: “Ooo….selimut…lucu…”
Lalu dibongkarnya bungkus kado lagi, siapa tahu masih ada yang tersisa…

Bagian 2 dari film (Sky sudah dipakaikan kacamata oleh papa), dia melepas karet yang tadinya menggulung isi kadonya, lalu setelah mencermati dengan seksama benda yang tadinya dia kira selimut itu, lalu akhirnya bilang:
Sky: “Ooo…gaun…. Gaun bagus untukku! Wah, bagusnya…”
Lalu mengangkat jempolnya sambil masih terus mengagumi rok barunya, hehe…

Ini isi surat dari Sinterklaas yang menyertai si kado:

Sky yang manis,
Terima kasih banyak atas gambar yang kamu warnai,
dan Amerigo suka sekali dengan wortel yang kamu beri.
Aku sudah mendengar dari Piet-Tari,
bahwa kamu tiap minggu suka pergi menari.
Dengan perasaan yang mendalam akan ritme dan nada,
kamu menari mengikuti musik yang ceria.
Maka itu aku memberimu hadiah ini,
supaya minggu depan kamu bisa menari lagi.
Salam dari Sint.

blog1

***

Sky mocht eindelijk haar schoentje zetten. Gelukkig heeft ze nog niet zoveel besef waarom het raar is dat zij haar schoen op vrijdag mag zetten en niet op andere dagen, hihi…Voor volgend jaar hebben we al wat methodes geleerd om het makkelijker en betrouwbaarder te maken (bijv met een Piet-afstreep-kaart, of elke dag zetten maar Sint heeft natuurlijk niet elke dag tijd om langs te komen). We hebben haar een wortel gegeven voor in de schoen, uiteraard voor Amerigo, het paard van Sinterklaas. Daarnaast kleurde Sky samen met papa een mooie tekening van en voor Sinterklaas in. Tekening om de wortel heen gerold en in de schoen gezet. We hebben geen schoorsteen dus Sint zal wel via de voordeur naar binnen moeten, dus heeft ze haar schoen bij de voordeur gezet. Sinterklaasliedjes gezongen, en afwachten maar.

Wat er de volgende morgen (vanmorgen dus) gebeurde kun je beter zelf kijken in het filmpje (helemaal onderaan). We hebben het nu al een paar keer bekeken, kunnen er geen genoeg van krijgen… ge-wel-dig!!! 🙂

De begeleidende brief van Sinterklaas:

Lieve Sky,
Hartelijk dank voor de mooie tekening van mij,
en met de wortel is Amerigo erg blij.
Ik heb van Dans Piet gehoord,
dat je elke week een dansje scoort.
Met veel gevoel van ritmiek,
dans je op vrolijke muziek.
Daarom stop ik dit in je schoen,
dan kun je volgende week weer een dansje doen.
Groet, Sint.

Sinterklaas has come to town!

Standard

blog2

Hari Minggu kami awali dengan merayakan hari ulang tahunku. Lihat foto kue tart yang super enak (Joop yang bikin!) dan Sky yang sedang menjilati jarinya yang baru saja mencolek si kue, hehe…

Yah, tapi di hari itu ulang tahunku bukan kejadian yang paling istimewa. Sky tahu persis, ada orang yang lebih penting yang bakal datang jam 12 siang naik kapal: Sinterklaas! Hujan seharian, dan tidak berhenti sama sekali sampai penghujung hari (untung bukan hujan deras), tapi kami harus keluar rumah. Tadinya Sky duduk di keretanya, di bawah kerudung plastik anti hujan. Dan kami ikut berjalan mengikuti arus massa (yang untungnya karena hujan tidak terlalu banyak) menuju ke pelabuhan. Jam 12 kurang sedikit kami menengok ke dalam kereta, dan apa yang kami lihat: Sky tidur!!! Yahhh… Jadi dia tidak melihat pas Sinterklaas merapat dengan kapalnya di pelabuhan. Tapi di sisi lain, kami jadi bisa mendapatkan tempat yang bagus di tepi jalan untuk menyambut iring-iringan Sinterklaas yang sesudah turun dari kapal lalu naik kuda menuju ke pusat kota, diiringi arak-arakan seru.

blog4Sky cuma tidur sebentar. Wajarlah, karena begitu agak terbangun sedikit langsung sadar lagi dia ada di mana, dan langsung duduk tegak, hehe… Untungnya kami tidak perlu menunggu terlalu lama, karena musik mulai terdengar, tanda arak-arakan akan dimulai. Kami bisa melihat semuanya dengan baik. Tentu banyak mendapat ‘pepernoten‘ (biskuit jahe bundar, ciri khas pesta Sinterklaas). Sekaligus pelajaran untuk tahun depan: sebelum menonton arak-arakan Sky lain kali harus makan siang dulu yang betul, daripada terlalu banyak mengemil pepernoten. Dan akhirnya di ujung arak-arakan kami melihat Sinterklaas di atas kuda putihnya. Sky bisa menyalaminya sebentar!

Sesudahnya kami berjalan menuju pusat kota. Di mana di lapangan depan balai kota tiap tahun memang dipasang panggung besar sebagai pusat acara. Panggung di mana Sinterklaas di akhir arak-arakannya akan naik dan duduk di sana. Seperti yang sudah diduga, sudah banyak acara di panggung: anak-anak yang menari dan bermain sirkus, dengan MC acara yang lucu. Di depan sekeliling panggung dipasang pagar, dan bapak MC berseru bahwa tempat di dalam pagar itu khusus untuk anak-anak. Supaya anak-anak bisa melihat dari dekat dan para orang dewasa harus berdiri di luar pagar. Tadinya Sky duduk tenang di dalam keretanya sambil melihat ke arah panggung, di bawah payung biru kecilnya. Tapi waktu dia mendengar yang dikatakan bapak MC, dia berdiri dan bilang: “Mama, aku mau maju ke depan.” Yang mana aku menjawab: “Ya boleh, tapi mama papa nggak boleh masuk ya.” Dijawabnya lagi: “Ya, aku pergi sendiri.” Lalu dia berjalan dengan tegas ke arah bukaan pagar, menuju ke panggung.

Pertama-tama dia berjalan mondar-mandir dulu untuk mencari sela di antara anak-anak yang sudah berdiri di depan panggung. Sampai akhirnya dia menemukan seorang anak baik yang membiarkannya maju ke depan. Ini semua berhasil kami rekam di video ini. Lihatlah sendiri. Aku penasaran apakah pembaca juga akan merasakan yang kami rasakan saat itu: rasa bangga sekaligus terharu yang sangat mendalam. Anak sekecil itu, bahkan mungkin yang paling kecil dari semua anak yang berdiri di depan panggung, tapi sungguh berani dan penuh rasa penasaran. Bahkan pada akhirnya dia berdiri di sana sendirian lebih dari sejam. Di bawah hujan, persis di depan panggung, tanpa sekalipun menoleh ke belakang untuk mencari papa mamanya. Padahal kami yang berdiri di belakang pagar jelas terus-terusan mencoba mencuri pandang untuk memastikan dia masih berdiri di tempat yang sama. Sampai akhirnya Sinterklaas datang juga, naik ke panggung, disambut oleh Bapak Walikota, dan duduk di kursi merah besar yang sudah disiapkan. Saat itu aku akhirnya menjemput Sky dan bisa membawanya pulang tanpa kesusahan. Dia pasti sudah capek banget, tapi masih tetap penuh semangat untuk menceritakan segalanya pada kami, karena katanya: “Aku bisa melihat semuanya dengan baik. Papa mama nggak bisa ya? Ya sini, aku cerita deh!” 🙂

Foto yang paling bawah itu dari fotografer resmi acara (kami ambil dari website Tilburg.com). Diambil dari sisi lain panggung. Sungguh sangat mengharukan dan menyenangkan melihat Sky berdiri di antaranya (aku tandai dengan panah merah). Bangga deh! 🙂

***

blog3Zondag hebben we eerst mijn verjaardag gevierd, zie foto van de overheerlijke taart (heeft Joop gemaakt!) en vingerlikkende Sky, haha…

Maar ja, mijn verjaardag is op die dag niet het allerbelangrijkste wat er gaat gebeuren. Sky weet het maar al te goed, er is iemand héél belangrijk die rond 12u met de boot zal komen: Sinterklaas! Het regende en bleef maar regenen tot het einde van de dag (gelukkig niet heel hard) maar op stap moesten we. Sky zat eerst in de wagen onder de regenhoes, en we liepen met een stroompje (omdat deze keer niet zo heel veel waren) mensen richting de haven. Iets voor 12 keken we even in de wagen, en wat zagen we: Sky slaapt!!! Tja… Het aanmeren van de boot heeft ze dus gemist, maar daardoor hebben we wel een mooie plek (omdat we er vroeg waren) langs de weg konden bemachtigen, in afwachting van de stoet.

Sky heeft niet lang geslapen, want toen ze even wakker werd ontdekte ze natuurlijk dat ze tussen de menigte was. Zat ze direct weer rechtop, haha… Gelukkig hoefden we niet zo lang te wachten voordat er muziek te horen was als teken dat de optocht begon. We hadden alles mooi kunnen aanschouwen. Veel pepernoten gekregen natuurlijk (een les voor volgend jaar: eerst Sky goed laten lunchen voordat de Pieten komen). En uiteindelijk zagen we de Sint op zijn witte paard. Heeft Sky kort een hand kunnen geven!

Daarna liepen we naar het stadsplein, waar elk jaar een groot podium staat voor de attracties en ceremonies, en waar Sinterklaas aan het einde van de optocht zal aankomen. Er was zoals verwacht al wat te zien: dansende en jonglerende kinderen, en een grappige “Spaanse” meneer die het gehele gebeuren leidde. Vóór het podium staan hekjes, en die Spaanse meneer riep dat het speciaal voor de kinderen is. Dat alle kinderen dichtbij het podium mogen staan en de ouders buiten het hek. Sky zat eerst rustig achter het hek naar het podium te kijken, onder haar kleine blauwe paraplu. Toen ze hoorde wat die meneer zei, stond ze op en zei: “Mama, ik wil naar voren kijken.” Waarna ik zei dat het mag, maar dat mama en papa niet mee kunnen. Ze zei: “Ja, ik ga alleen.” Dan liep ze resoluut naar de opening van het hek, richting het podium.

Eerst liep ze een beetje heen en weer om een gat te zoeken tussen de kinderen die al voor het podium stonden. Toen heeft ze een aardig meisje gevonden die haar voor liet gaan. Dit hebben we gefilmd, bekijk het maar zelf en ik ben benieuwd of jullie ook de trots en ontroering zullen voelen die wij toen zo diep hebben gevoeld. Zo’n klein meisje, waarschijnlijk de kleinste van allemaal, die zo dapper en vol nieuwsgierigheid is. Ze heeft uiteindelijk ruim een uur alleen op die plek gestaan, in de regen, precies voor het podium, zonder een keer om te draaien naar mama papa die achter hek hek haar af en toe toch stiekem zochten. Totdat Sinterklaas echt kwam en op de grote rode stoel ging zitten. Toen heb ik haar maar opgehaald en heb ik haar zonder moeite naar huis kunnen nemen. Ze was toen waarschijnlijk al erg moe, maar wel vol enthousiasme alles aan ons vertelde, want zoals ze zei: “Ik heb alles goed kunnen zien. Mama papa niet hè? Dan zal ik het vertellen!” 🙂

De foto’s helemaal onderaan zijn van de officiële fotografen van het evenement, genomen van de andere kant van het podium. Zó leuk om te zien hoe Sky daar tussen stond (gemarkeerd met een rode pijl). Geweldig gewoon! 🙂

blog

blog1

a crafty day, a bit in Christmas mood

Standard

blog

blog3Hari ini cuaca abu-abu sekali. Kami bertiga agak capek (banyak kegiatan akhir-akhir ini) dan harus menyimpan tenaga buat besok (ya ya, hari besar nih, dan bukan cuma satu tapi dua: Sinterklaas datang dan aku ulang tahun!). Hari yang tepat untuk membuat kerajinan tangan, sekalian mulai sedikit dengan tema Natal. Dari 4 ide prakarya yang aku temukan, hari ini kami bisa membuat 3. Lumayan banget lah, untuk ukuran anak kecil yang daya konsentrasinya belum terlalu lama. Sky membantu dengan penuh semangat. Memisahkan sedotan, menghias pohon natal kertas, dan menumpuk es dari pompom benang wol. Pada langkah terakhir, saat kami harus menempel semua pernak-pernik yang tidak bisa ditempel dengan lem biasa, jadi harus menggunakan lem pistol yang panas (jadi Sky harus menunggu agak jauh dari kami), dia malah diam-diam terus berkreasi. Sibuk sendiri, penuh konsentrasi, dan sesudahnya datang sambil membawa gelas yang seputarnya sudah dihias penuh dengan jepitan kayu bertema Natal! 🙂

***

Vandaag is grauw en grijs, we zijn alledrie een beetje moe (veel gedaan de laatste dagen) en moeten wat energie voor morgen besparen (ja ja, de grote dag, nou twee zelfs: Sinterklaas komt en ik ben jarig!). Een perfecte dag om te knutselen, en dan maar gelijk een beetje in de kerstsfeer. Van de 4 leuke knutsel-ideetjes die ik gevonden heb, konden we er 3 maken. Dat is best wat voor een peuter met een niet te lange concentratiespanne, vinden we! Sky heeft heel goed meegeholpen. De rietjes sorteren, de knutselkerstboom versieren en de ijsjes stapelen. Toen wij bij de laatste stap met een hete lijmpistool moesten werken (en ze dus niet in de buurt mocht komen) was zij zelfs stiekem doorgegaan met knutselen. Kwam ze trots aanzetten met een beker, volledig versierd met kerst-wasknijpertjes! 🙂

blog1

blog2