choosing her elementary school (Montessori it is!)

Standard

blog2

Seperti semua anak lain di Belanda, Sky boleh masuk Sekolah Dasar (SD), satu hari sesudah dia berulang tahun ke-4. Memang masih lama, masih 1,5 tahun, karena beberapa minggu lagi Sky baru genap 2,5 tahun. Tapi dari segala pihak kami mendengar bahwa kami harus cepat-cepat membuat pilihan. Dari pihak resmi (alias pihak sekolah) alasannya adalah administrasi. Menurut mereka paling lambat saat Sky berumur 3 tahun kami sudah harus mendaftarkannya ke sebuah SD, karena anggaran dan perencanaan lainnya harus mereka buat setahun sebelumnya.

Dari pihak yang tidak resmi (orang tua lain dan kenalan yang punya pengalaman) juga kami mendapat saran untuk secepatnya mendaftarkan Sky. Karena untuk beberapa sekolah harus antri. Terutama sekolah-sekolah favorit, atau sekolah dengan jenis pendidikan tertentu.

blog3Dan ini memang kasus kami. Sudah beberapa waktu ini kami tertarik dengan metode pendidikan Montessori. Satu-satunya SD Montessori di kota kami kebetulan ada di ujung jalan, cuma 3 menit jalan kaki. Reputasinya bagus. Awal tahun ini kami mengunjungi Open Day mereka, di mana sekolah untuk satu hari dibuka untuk umum. Waktu itu kami dibawa berkeliling oleh 3 orang anak dari kelas 7/8 (di sini SD-nya dari umur 4 sampai 12, jadi dari kelas 1 sampai 8. Di SD Montessori ini kelasnya dikelompokkan per dua-dua. Jadi kelas 1 dan 2 berbarengan, dan seterusnya sampai kelas 7 dan 8. Prinsipnya seorang anak di tahun pertama akan menjadi “yang terkecil”, dan tahun berikutnya dia menjadi “yang terbesar” dan harus membantu yang kecil). Open Day begitu memang kesempatan yang menarik untuk melihat-lihat sekolahnya dari dalam dan untuk mendengarkan antusiasme tour guide kami waktu menceritakan segala hal tentang sekolah dan proyek-proyek mereka. Yang lucu saat itu sekolahnya sedang mengangkat tema “Indonesia”. Haha, kebetulan sekali kan ya?!

Di minggu yang sama kami juga mengunjungi Open Day sekolah yang lain. SD di mana Sky saat ini duduk di kelas preschool-nya (karena SD Montessori tidak punya preschool). Ini jenis SD umum, kalau di Indonesia mungkin bisa disetarakan dengan SD Negeri.

Perbedaan yang besar yang kami lihat di antara kedua jenis SD ini membuat pilihan kami semakin mantap. Kami kira Sky akan senang sekali bersekolah di SD Montessori. Dan bahwa di sana dia akan bisa tumbuh, belajar, dan berkembang dengan lebih baik.

Saat masuk ke gedung SD Montessori memang kesannya “berantakan”. Semua ruangan dan gang-gangnya penuh dengan benda-benda, hasil karya atau alat bantu. Tapi di antara “chaos” itu tersimpan harta karun berupa proyek-proyek menarik nan kreatif, alat-alat pengajaran yang aku sendiri berharap waktu kecil bisa belajar dengan cara seperti itu, dan suasana yang ceria. Di mana anak-anak ditantang untuk memperluas dan memperdalam pengetahuannya tapi menggunakan cara-cara yang menyenangkan, dan tetap bertanggung jawab. Di situlah kami merasa bahwa jenis pendidikan ini cocok untuk Sky!

blog4Tapi kota kami, seperti yang sudah dikatakan, cuma punya satu SD Montessori. Jadi murid-muridnya datang dari seluruh penjuru kota. Hal ini pada awalnya membuat kami agak khawatir. Apa Sky nanti bisa punya teman dari lingkungan sekitar rumah kami? Tapi orang tua lain meyakinkan kami untuk tidak khawatir. Mungkin tidak sebanyak dari SD Negeri, tapi teman dari sekitar sekolah pasti ada dan cukup banyak juga. Di preschool tempat Sky sekarang juga kami sudah tahu ada beberapa anak yang akan masuk ke SD Montessori (kebetulan ini anak-anak yang paling menyenangkan juga). Yang jelas SD-nya punya daftar tunggu, alias harus antri (kalau telat daftar), begitu yang kami dengar dari orang tua lain. Jadi minggu lalu kami mengambil keputusan akhir: mendaftarkan Sky ke sekolah ini. Bulan depan kami punya janji dengan kepala sekolahnya untuk membicarakan pendaftaran Sky, juga untuk sekali lagi dipandu berkeliling sekolah dan mendapatkan penjelasan.

Satu lagi keputusan penting yang kami ambil. Yang akan mempengaruhi 8 tahun dari usia Sky di tahun-tahun mendatang. Bikin senewen dan deg-degan, tapi kami juga sangat antusias untuk nanti menjalani dan melihat konsekuensi-konsekuensi dari pilihan ini! 🙂

***

Net als alle kinderen in Nederland, is Sky één dag na haar 4e verjaardag welkom op een basisschool naar onze keuze. Het duurt nog lang, nog anderhalf jaar, want over een paar weken wordt Sky pas 2,5 jaar. Maar van alle kanten hebben we al gehoord dat we moeten opschieten met een keuze maken. Van de officiële kant (de scholen) kregen we te horen dat op z’n laatst op haar 3e verjaardag haar eigenlijk al moeten aanmelden. Administratieve redenen, zeggen ze, want budget en planning moeten 1 jaar van tevoren gemaakt en aangevraagd worden.

blog1Van de niet officiële kant (andere ouders en kennissen met ervaring), hebben we ook advies gekregen om Sky z.s.m in te schrijven. Want sommige scholen hebben wachtlijsten. Vooral geliefde scholen, of scholen met bepaalde type onderwijs.

En het is bij ons inderdaad het geval. Al een tijdje zijn we gecharmeerd door het Montessori onderwijs. De enige Montessori Basisschool (BS) in onze stad ligt in onze straat, op 3 minuten loopafstand. Het heeft een goede reputatie en begin dit jaar zijn we dan ook bij hun Open Dag geweest. We waren toen begeleid door 3 enthousiaste jongens van groep 7/8 (de klassen zijn per twee niveaus verdeeld, zodoende wordt een kind het ene jaar “de jongste”, en het volgende jaar “de oudste” en mag hij de jongste helpen). Tijdens die Open Dag kregen we mooi de kans om de school van binnen te bekijken en de jongens over hun ervaringen en projecten te horen. Ze hadden toen het thema “Indonesië” gebruikt. Hoe toevallig kan het zijn?!

In diezelfde week hebben we ook de Open Dag van een Openbare Basisschool (OBS) bezocht, de school waar Sky nu op de peuterspeelzaal zit (omdat de Montessori BS geen peuterspeelzaal heeft).

De verschillen die we toen tussen die twee scholen zagen hebben onze keuze nóg meer bevestigd. We geloven dat Sky het heel leuk zal vinden bij de Montessori BS. Dat ze ook beter kan ontplooien en haar ei beter kwijt kan.

Tussen de “chaos” die je op het eerste gezicht treft als je de Montessori schoolgebouw binnenkomt, schuilen er een schat aan gave projecten, creatieve uitspattingen, grappige leer-hulpmiddelen en vrolijke sfeer, waar kinderen uitgedaagd worden om hun kennis te verbreden en te verdiepen op een leuke maar verantwoorde manier. Dáár voelen we ons goed bij, het past goed bij Sky!

Maar onze stad heeft, zoals gezegd, maar één Montessori BS. De leerlingen komen dus van alle hoeken van de stad. Iets waar wij aan het begin een beetje zorgen over maakten. Heeft Sky straks wel vrienden met kinderen uit de buurt? Maar andere ouders verzekeren ons dat het wel het geval zal zijn. Misschien niet zo veel vrienden uit de buurt als bij een OBS, maar een probleem is het zeker niet. In de peuterspeelzaal waar Sky nu zit weten we nu al dat een paar kindjes ook naar de Montessori gaan (het zijn toevallig ook de leukere kindjes). En de school heeft een wachtlijst, zoals wat we van andere ouders te horen krijgen. Van de week hebben we onze beslissing definitief gemaakt, en hebben we Sky op deze school aangemeld. Volgende maand een gesprek met de schooldirecteur, waar wij nogmaals de school van binnen zien en uitleg zullen krijgen.

Wéér een belangrijke beslissing genomen dat straks voor 8 jaar van Sky’s levensjaren zal gelden. Spannend, maar ook erg leuk om de komende jaren de “consequenties” van deze beslissing te gaan meemaken! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s