Monthly Archives: April 2014

2 years and 1 month ♥

Standard

blog

Kemarin hari “ulang bulan” Sky: 2 tahun dan 1 bulan!

Kebetulan juga kemarin sore kami punya janji dengan dokter anak di Tilburg untuk pertama kalinya. Untuk cek rutin saja, seperti yang biasanya kami lakukan di Rotterdam. Seharusnya semuanya diatur oleh pemerintah. Jadi undangan untuk setiap janji begini biasanya kami terima lewat pos di rumah. Tapi karena kami baru saja pindah rumah, jadi waktu awal pindahan kami menelepon untuk menanyakan apakah semuanya sudah diatur, apakah data-data Sky sudah dikirim oleh pihak Rotterdam. Nah, di situlah terjadi salah paham yang lumayan menyebalkan, tapi belakangan dipikir-pikir agak lucu juga. Instansi di Rotterdam di mana kami selalu membawa Sky untuk dicek, diimunisasi dll namanya CJG. Kepanjangannya kira-kira berarti Pusat Keluarga dan Anak. Nah, yang namanya CJG itu di Tilburg, kota tempat tinggal baru kami, ada juga. Jadi kami menelepon CJG Tilburg, tapi jawabannya: “Apa ada masalah dengan anak Anda?” Hah?!? Jadi ternyata di Tilburg sini yang namanya CJG itu cuma mengurusi anak dan keluarga bermasalah! Akhirnya kami tahu juga, bahwa kami harus berhubungan dengan yang namanya GGD (kepanjangannya berarti Departemen Kesehatan Umum). Padahal di Rotterdam, GGD itu tugasnya mengurusi penyakit dan vaksin, tapi untuk masyarakat umum. Ah pusing deh!

Untungnya sekarang sudah beres, hehe… Karena Sky baru-baru ini berulang tahun yang kedua dia boleh diperiksa lagi oleh dokter anak (cek biasa saja, karena imunisasi berikutnya baru kalau dia berusia 4 tahun). Berat badannya kemarin 12,7 kg dan tingginya 90,5 cm. Sempurna dan stabil sekali. Tingginya sedikit di atas rata-rata dan beratnya sedikit di bawah garis standar, tapi keduanya masih berada jauh di dalam batas yang sehat. Dokter anaknya adalah seorang Ibu yang ramah dan lucu. Sky terlihat langsung merasa nyaman di dekatnya. Dia boleh memanjat meja dokternya sendiri untuk dites: menumpuk 3 kubus kecil (ukuran 1,5 x 1,5 cm) dengan satu tangan, bergantian. Hmm cuma 3? Langsung 6 saja deh, supaya Sky bisa membuat menara yang bagus, haha… Sesudahnya tes untuk menunjukkan anggota tubuh di badan boneka. Tidak masalah sama sekali, malah saat ditanya “mana telinganya?”, Sky langsung menunjuk telinga kiri dan kanan. Lalu tes menendang bola, dan melempar bola (Sky melempar keras sekali dengan 1 tangan, yang ternyata juga terhitung cukup canggih untuk seusianya). Sebetulnya si dokter masih harus mendengarkan detak jantungnya dan melakukan beberapa cek lain, tapi dia bilang: “Ah sudah deh, aku percaya saja!” Tentunya dengan nada bercanda. Karena dia betul-betul puas dengan semua perkembangan Sky. Anak yang sangat sehat dan ceria, dan di banyak aspek jauh melewati anak-anak sebayanya (termasuk bahwa dia sudah tidak mengenakan popok lagi…). Kami bahkan boleh melewatkan cek saat Sky berusia 2,5 tahun, langsung tahun depan saja sesudah Sky berulang tahun yang ketiga. Senang sekali rasanya mendengar pendapat positif seperti ini dari seseorang yang profesional seperti dokter anak! 🙂

Oya, ada satu hal lagi yang lucu. Sesudah Sky selesai diperiksa dan kami kembali lagi ke ruang tunggu, Sky langsung berlari ke meja tempatnya bermain sambil menunggu, mengambil sekeping puzzel bergambar panda yang tadinya dia main-mainkan (dan di mana kami juga bilang bahwa puzzel-nya sendiri tidak ada, jadi si panda tersesat di situ), berlari lagi ke si Ibu dokter, memberikan keping puzzel panda kepadanya dan bilang bahwa itu bagian dari puzzel yang ada di mejanya. Dan memang betul! Terserak di meja bermain di ruang dokter yang agak berantakan, ada puzzel binatang yang kehilangan satu kepingnya! Sky boleh menaruh si panda di tempatnya, lalu dia berjalan kembali kepada kami dengan wajah puas. Diiringi pandangan kagum dari semua orang yang ada di sana… 🙂

Jangan lupa berkunjung ke bagian paling bawah ya, ada beberapa video yang bisa dilihat. Ada kata pengantar bahasa Indonesianya kok.

***

blog6

Het was (gisteren) alweer Sky’s maandelijkse “verjaardag”: 2 jaar en 1 maand oud!

Toevallig hadden we gisterenmiddag ook de eerste afspraak met de kinderarts van de GGD Tilburg. Het heeft ons aan het begin van onze verhuizing voor flinke verwarring gezorgd, want we zijn gewend dat Sky in Rotterdam altijd bij het CJG (Centrum Jeugd en Gezin) onder controle was. Zo’n CJG bestaat hier ook in Tilburg, maar het heeft blijkbaar een andere functie. Toen we het CJG Tilburg belden om te vragen of Sky’s gegevens vanuit Rotterdam al over waren, kregen we als reactie: “Is er een probleem dan met uw dochter?”. Hah?!? Blijkbaar kom je hier bij het CJG terecht als je problemen hebt! Wat wij in Rotterdam via het CJG doen (als baby een wekelijkse controle, alle inentingen, alle metingen en andere checks), loopt hier alles via de GGD! Nou ja, moet je maar weten…

Maar het is nu geregeld. Omdat Sky recentelijk 2 jaar is geworden mag zij weer op controle bij de kinderarts (de volgende inenting is pas over 2 jaar als zij 4 is). Haar gewicht was 12,7 kg en haar lengte 90,5 cm. Helemaal perfect en erg stabiel. Haar lengte is iets boven gemiddeld en haar gewicht iets eronder (maar allebei nog dik in de gezonde zone). De kinderarts was een hele grappige, makkelijke vrouw, en Sky was zichtbaar direct op haar gemak bij haar. Ze mocht zelf op de tafel klimmen om de testjes van de arts te doen. 3 kleine blokjes (van 1,5 x 1,5 cm) stapelen met een hand, en daarna de andere hand. Nou, 3…doe maar 6 blokjes, heeft Sky direct een mooie toren van gemaakt! Bij de test van lichaamsdelen aanwijzen op de pop, heeft Sky ook alles perfect gedaan. Bij de ‘oor’ heeft zij zelfs links en rechts aangewezen! Daarna mocht ze een bal schoppen, en gooien (heeft ze met 1 hand heel hard gegooid!). Dat was voor de kinderarts meer dan genoeg. Ze moest eigenlijk nog haar hartje luisteren en wat andere checks, maar dat geloofde ze wel, zei ze. Dik tevreden, Sky is duidelijk een hele gezonde, vrolijke meid en op vele fronten al ver voor dan haar leeftijdsgenoten (alleen al het feit dat ze overdag al zindelijk is…). Erg fijn weer om dit alles van een professioneel zoals een kinderarts te horen! 🙂

Oja, en nog iets grappigs. Toen we klaar waren en weer naar de wachtkamer moesten, rende Sky direct naar het speeltafeltje, pakte ze een puzzelstukje waar ze eerder mee gespeeld had (en we hadden toen gezegd dat er geen puzzel te vinden was, dus dat stukje is waarschijnlijk verdwaald), rende weer terug naar de kinderarts en zei dat dat puzzelstukje bij ‘haar’ puzzel bij hoorde. De dieren puzzel lag inderdaad ergens op de tafel in haar behandelkamer! Sky legde het panda stukje terug op de goede plek en liep tevreden terug naar ons toe. Onder bewonderende ogen van iedereen! 😀

***

 

Di pos berbahasa Inggris kemarin sudah bisa dilihat kalau Sky punya step baru. Wah dia suka banget! Di video ini bisa dilihat waktu dia mencoba step barunya untuk pertama kali di halaman. Lumayan kan untuk percobaan pertama? 😉
 
Op de Engelse post van gisteren was Sky’s nieuwe step al te bewonderen. Zij vindt het super leuk! In de video hieronder zie je hoe zij de step voor de eerste keer in de tuin geprobeerd heeft, niet slecht toch? 😉
 
 
Dan Skippy, rusa hijau kami, juga tetap menjadi favorit di rumah. Detil lucu: setiap kali kami bertanya dia kemarin waktu tidur mimpi apa, jawabannya selalu: mimpi Skippy! Hehehe… 😀
 
En de Skippy, onze groene springende hert, blijft ook nog favoriet in huis. Grappig detail: elke keer als wij haar vragen of zij in haar slaap wat gedroomd heeft dan zegt ze steevast dat ze over Skippy droomt. 😀

 

 
Apa sih yang lebih asyik dari bermain musik bersama? 😉
 
Wat is er nou leuker dan samen muziek maken? 😉

 

 

Advertisements

Why we give our daughter second-hand stuff

Standard
As if you were poor and couldn’t buy her new stuff…
Don’t you love your child, that you give her second-hand toys?
Iewww…second-hand?!?! Stuff full of germs and touched by hands you-don’t-have-any-idea-who?!?!
Oh no, we don’t want to use cheap stuff. You asked why? Well, because they are cheap!

 

These are some questions and comments we heard when we say we merely give our daughter second-hand stuff (toys, clothes, furnitures).

 

No, according to the governmental statistics we don’t belong to the category “poor”,
and we are very grateful for that.
Yes, we love our child so much so we try our best to be aware of what we give to her, not in terms of stuff, but more than that.
Oh, and we don’t believe in any correlations between love and second-hand stuff.
We always wash and clean up every second-hand stuff thoroughly before using it.
And we luckily don’t suffer from image problems of using cheap stuff. 😉

 

Enough dealing with others. Let us now give you the real reasons: Why do we give our daughter (she just turns 2 last month) second-hand stuff?

  1. Abundance.

In the Netherlands we have an online second-hand site called the Marktplaats, where you can buy almost everything, from cars to animals and from artworks to vacations. If we search under the category “children and baby’s”, within 5 km range from our house, we will get 19.445 hits. No kidding. That many stuff is ever bought and now waiting uselessly somewhere in the dusty attics of the many houses around ours. (PS: How about if you don’t have such a website in your home country? Maybe it’s an idea to start by yourself, by organizing a garage sale or an exchange-evening, among friends and families, or maybe bigger?)

 

  1. Appreciation of stuff.

We are proud that our daughter has learned the lesson of reuse and recycle in her young age. We believe this will make her less selfish too. When her clothes are getting too small she will say: “for other child”. When she gets a new toy she knows: “from other child”. And she is happy with every single (little) thing she gets. We want her to appreciate things based on what they do, not because of the brand or the price.

 

  1. Lower price.

Obvious. Second-hand stuff will probably cost less than 50% compared to new. People say that having a child is extremely expensive. Well, it depends. There are ways to make it less expensive. But it’s your choice. When you feel ashamed of using second-hand stuff or when you determine to give ‘only the best’ for your child (and also determine that ‘the best’ is only equal to ‘new’), then we’ve done talking here.

Next to the far reduced price, we can often resell the stuff with the same price we bought them (or pass them through for free for others in need). This happens a lot when we have done something extra’s, which brings into the next point:

 

  1. Enhancing creativity.

Instead of only cleaning up, we sometimes have to (lightly) repair, modify or combine the stuff. A bike which needs extra grease, a coat which misses a button, a boring toy box, a toy set which is not complete…you got the idea. People tend to throw things away (or throw them to the dusty attic) once they start showing signs of little malfunction. Why?

 

  1. Environmental concern (look back at nr.1).

A simple thought: look at all the undegradable plastic material our children are playing with nowadays. How about reusing them instead of throwing away? This will sound cliché, but how much environmental issues could we prevent by reducing the demands for new products? By shortening the whole lifecyle of a product, starting from the material, production, and logistics?

 

  1. Health concern.

How many of you open a new package of stuff and say: “Hmm…smells like new!” What do you actually smell there?

Newly produced stuff has a greater chance of being recently exposed to chemical ingredients. It might sound weird, but that’s what we learn and believe (with our chemical and product design experience). And in case of germs-exposure, we are followers of the ´vaccines principle´, which means we don´t want to raise our daughter in a sterile environment “free” of germs. That will be disastrous for her body resistance.

 

  1. Control the greed.

“Shopping” on a second-hand site is different than going into a store, where everything seems like sweets and candies for our eyes. Searching online, you will have to be more specific in looking for what you need. I often find myself first searching the internet to find ideas. What kind of toys could be interesting for my daughter at her age? And when she’s still a baby: what specifications should a safety gate, a bouncing chair or a crib fulfill? Once we got the information, then we go searching for the suitable second-hand stuff. We always found what we were looking for. Sometimes directly, sometimes after waiting for a while. No greed or unnecessary buy is involved. We are far from being minimalists (our house is still full with toys!), but this article has beautifully explained why fewer toys will actually benefit your kids.

 

  1. To avoid/reduce hassles in a toy store. This is a funny side effect, but have you ever seen a child who is not interested in a toy store? Well, that would be our daughter (for now, at least!). She will occasionally enter a toy store to look at or play with the toys there. But when we leave the store, she will hand in everything back. 😀

 

Our latest purchase? This beautiful scooter, in amazing condition, for about 16% of it’s new price! 😉

blog5

 

How about you? Do (/would) you use second-hand stuff?

 

 

she loves to dance

Standard

blog4

Foto-fotonya diambil sebelum Sky memakai kacamata, jadi sudah beberapa waktu yang lalu. Tapi memang Sky sekarang lumayan suka menari, baik dengan maupun tanpa musik. Di gym (yang sekarang sayangnya sudah berakhir) juga Sky satu-satunya yang selalu mulai bergoyang-goyang kalau mendengar musik yang asyik. Lucu banget! Di rumah kadang dia minta mengenakan ‘rok tutu’, memakai karet rambut di kepala (seperti mahkota) atau di leher (seperti kalung), bilang bahwa dia sekarang seorang putri atau seorang balerina (ya ya, kadang aku merasa bahwa periode pink-nya mungkin nggak lama lagi bisa mulai nih…), lalu minta mama menari dan berdansa bersamanya. Setengah dari gerakan dansanya sebetulnya masih lebih mirip gerakan senam pagi, hehe, tapi kadang-kadang bisa ada gerakan yang cantik muncul di sela-selanya, yang mengejutkan kami: wah, kami punya penari kecil di rumah! (dan kalau dia ternyata memang betul punya gen penari, jelas itu bukan berasal dari kedua orang tuanya, hahaha…) 😀

***

De foto’s zijn van een tijdje geleden, net voordat Sky een bril kreeg. Maar dansen vindt ze nu leuk, zowel met of zonder muziek. Bij de gym (die nu alweer afgelopen is) was zij altijd de enige die begint te swingen zodra een lekker deuntje vanuit de cd-speler kwam. Erg grappig om te zien! Thuis vraagt ze soms om haar ‘tutu-rok’, draagt ze een gekrulde haar-elastiek om haar hoofd (als een kroon) of om haar nek (als een ketting), zegt ze dat ze een prinses of een ballerina is (ja ja, af en toe denk ik dat die bekende roze periode toch bijna gaat komen) en dan vraagt ze mama of we samen kunnen gaan dansen. De helft van haar dans-bewegingen lijken eigenlijk meer op rek-en-strek oefening, maar af en toe komen er mooie, soepele beweging tussendoor die ons versteld doen staan: we hebben een kleine danseres in huis! (en nee, als ze die genen echt heeft dan zijn ze niet van ons beide, voor zover is het wel zeker, haha!) 😀

blog3

our King’s day today

Standard

blog3

Agak lucu juga kalau dipikir-pikir, bahwa Sky nantinya cuma akan mengingat “King’s day” (Hari Raja) saja. Maklum sampai tahun lalu namanya masih “Queen’s day” (Hari Ratu). Berhubung Ratu Beatrix tahun lalu turun tahta dan digantikan oleh putranya Raja Willem-Alexander, maka nama perayaannya juga diganti. Dan tanggalnya juga maju, dari 30 ke 26 April. Kami yang tua-tua ini masih agak kesulitan untuk mengingat tanggal barunya dan untuk menyebut ‘Koningsdag’ (= King’s day), masih suka keceplosan bilang ‘Koninginnedag’ (= Queen’s day). Hari ini untuk pertama kalinya kami merayakan ‘hari Oranye’ (warna kerajaan Belanda) ini di kota Tilburg. Tidak terlalu beda sih dengan perayaan di kota Rotterdam. Beda utamanya adalah bahwa perayaan di Tilburg tidak dipusatkan di city centre seperti di Rotterdam. Tapi di banyak wilayah dan di jalan-jalan tertentu tetap dirayakan secara meriah.

Pagi tadi kami pergi ke taman Wilhelmina di dekat rumah. Dari jam 10 sampai 13 ada pasar bebas khusus anak-anak, jadi dari dan untuk anak. Kami sukses sekali membeli mainan dan baju-baju “baru” untuk Sky (sekedar info: sekali setahun di Belanda orang-orang boleh berjualan bebas di jalanan, biasanya barang-barang yang sudah tidak dipakai di rumah dijual dengan harga nyaris gratis, atau berjualan makanan dan minuman, atau aktivitas-aktivitas lucu lainnya). Dan makan kue wortel, roti sosis dan minum soda oranye. Seru dan enak! Setelah Sky tidur siang kami bersepeda menuju ke jalan Korvelseweg. Ini jalan panjang yang penuh ragam budaya (ada banyak toko dari bangsa yang berbeda-beda), yang hari ini berubah menjadi satu kumpulan yang dinamis, pokoknya seru banget. Ini kompilasi film dari aktivitas kami merayakan hari Raja tahun ini. Cheers! 🙂

***

blog2

Eigenlijk best grappig als we bedenken dat Sky straks alleen herinneringen over ‘Koningsdag’ zal hebben, terwijl wij nu nog veel moeite moeten doen om niet ‘Koninginnedag’ te zeggen, laat staan om de juiste datum te noemen. Maar vandaag hebben we met z’n allen onze eerste Koningsdag in Tilburg beleefd. Echt heel anders dan in Rotterdam is het toch blijkbaar niet. Het enige verschil is dat het niet echt centraal wordt gevierd. Maar er zijn verschillende straten en wijken met volop bedrijvigheid en gezelligheid.

‘s Morgens zijn wij bij het Wilhelminapark geweest. Van 10 tot 13 was er een kinder vrijmarkt. Van en voor kinderen. We zijn dus enorm geslaagd met “nieuwe” kleertjes en speelgoed voor Sky. En wortelcake, knakworst broodje en oranje ranja. Leuk en lekker! Na Sky’s middagdutje zijn we richting de Korvelseweg gefietst. Het is een lange, multiculturele straat (met veel toko’s van verschillende nationaliteiten) die vandaag veranderd is in een grote gezellige boel. Hier is een korte compilatie filmpje van hoe wij vandaag de Koningsdag gevierd hebben. Proost! 🙂

blog1

announcement: English posts are coming!

Standard

English:

I have decided to post some articles in English, every now and then. It will depend on how much time I have. Since English is now my third language (it was my second one, but Dutch has taken over the position), it takes me lots of time to write something readable. 😀 The daily journal of Sky’s life will remain bilingual: Indonesian and Dutch (writing this already costs me a fortune of time!). But next to that, I have some topics in my head which I would like to share with broader range of readers, that’s why I choose to write them in English. So keep following this blog and let me know what you think when those posts are up! 😉

***

Indonesian:

Aku memutuskan untuk sekali-sekali menulis beberapa pos dalam bahasa Inggris. Tergantung berapa banyak waktu luang yang aku punya sih. Karena Inggris sekarang sudah menjadi bahasa ketiga (yang tadinya bahasa kedua, tapi sudah tergusur oleh bahasa Belanda, hehe), butuh banyak waktu untuk menulis dalam bahasa Inggris yang cukup baik dan enak dibaca. 😀 Jurnal harian Sky sendiri akan tetap ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Belanda (ini pun sudah makan banyak sekali waktu!). Tapi di samping itu, aku punya beberapa topik di kepalaku yang ingin aku bagi kepada lingkup pembaca yang lebih luas, maka itu ditulis dalam bahasa Inggris. Jadi, tetap ikuti blog ini ya, dan ditunggu komentarnya untuk pos-pos yang akan datang. 😉

***

Nederlands:

Ik heb besloten om, zo nu en dan, een paar artikels in het Engels te schrijven. Het hangt af van hoeveel tijd ik heb, want engels is nu toch wel mijn derde taal geworden (het was de tweede, maar al een tijdje verdrongen door het Nederlands) en het kost mij dus veel tijd om iets leesbaars in het Engels te schrijven. 😀 Sky’s dagboek zal tweetalig blijven: Indonesisch en Nederlands (dit kost me al een hoop tijd!). Maar daarnaast heb ik wat onderwerpen in mijn hoofd die ik graag met een breder publiek wil delen, vandaar de keuze voor Engels. Dus blijf deze blog volgen en laat mij weten wat je van deze posts vindt. 😉

parent’s blunder and first time volunteering for school

Standard

blog2

“Kami ingin menjadi orang tua yang terlibat dalam pendidikan anak. Orang tua yang tertarik dengan segala lika-liku kehidupan anak. Yang organisasi rumah tangganya teratur dan terencana”.

Kemarin malam jam 8 adalah pertemuan/rapat para orang tua yang pertama buat kami, di sekolah Sky. Dannn…LUPA SAMA SEKALI!!! 😦

Ditulis di agenda yang salah, tidak memasang alarm, kami berdua sibuk dengan segala hal, Sky sudah beberapa waktu susah dibawa tidur (jadi selalu sudah melewati jam 8 malam kalau kami selesai menidurkannya)… No no no, tidak perlu menyebutkan alasan-alasannya. Ini kejadian yang memalukan, keterlaluan, dan tidak bertanggung jawab, apalagi terhadap Sky!

Pagi tadi acara di sekolah Sky adalah bersama-sama mengunjungi tempat main/peternakan anak (children farm), acara tahunan setiap musim semi dan sebelum libur 2 minggu di bulan Mei. Papa Joop kali ini khusus ikut sebentar untuk mengaku dosa pada Ibu guru Wendy. Untungnya katanya kemarin itu isi rapatnya cuma memberikan informasi, dan yang datang juga tidak terlalu banyak. Tapi tetap saja, kami merasa bersalah sekali. Kami berjanji pada Bu guru untuk tidak akan pernah mengulang kesalahan bodoh seperti ini lagi (jadi merasa seperti anak sekolah lagi yang siap dihukum, hehe). Yang penting kami sudah minta maaf, menunjukkan niat baik dan berencana untuk betul-betul serius dalam mengelola agenda kami, mulai sekarang!

Di children farm memang menyenangkan. Setelah papa Joop pulang (eh, pergi bekerja), mama Stella tetap tinggal, karena kali ini untuk pertama kalinya, bersama dengan 5 orang tua/mama lain, menawarkan diri untuk ikut membantu mengawasi anak-anak. Ini kebijakan pihak sekolah, karena kalau tidak ada minimal 6 orang tua yang bisa ikut, acaranya tidak bisa dilaksanakan. Mengawasi 15 anak aktif di tempat yang cukup luas tentunya tidak bisa hanya dibebankan pada ketiga guru yang ada saja. Dan oh oh, betapa ‘ajaib’nya pengalaman ikut mengurusi anak sebanyak ini (capek banget!).

Di tengah-tengah grup seperti itu, sekali lagi terbukti bahwa karakter Sky memang suka mengobservasi. Satu-satunya di grup ini. Sebagai anak termuda di kelasnya sebetulnya secara fisik dia sudah mantap sekali, sudah bisa melakukan banyak hal yang bahkan tidak semua anak yang lebih tua bisa (berapa anak yang tadi harus aku bantu untuk memanjat atau naik step, yang Sky semuanya sudah bisa sendiri). Tapi Sky memilih untuk selalu bermain di dekat mama. Untuk sering sekali memanggil-manggil ‘mama mama’. Untuk menangis kalau aku memberi perhatian pada anak lain, atau kalau diminta membagi ember dan sekop-nya waktu bermain pasir bersama. Yah, mungkin justru karena aku ada di sekitarnya, bahwa dia begitu! Mungkin mulai sekarang kami harus mencoba untuk ‘melepaskan’nya dan memberinya ruang ekstra, untuk membiarkannya lebih banyak bermain sendiri, betapa pun sulitnya (buat Sky lho ya, bukan buat kami!).

Nah, untuk menutup pos ini dengan sesuatu yang menyenangkan, ini video waktu Sky mengelus-elus kelinci di children farm (foto-foto yang lain semua dibuat oleh seorang mama, karena memang itu tugasnya, jadi aku tidak membuat foto selain ini. Lagipula tangan dan waktuku semua tersita oleh mengurus anak-anak, hehe). Ini pertama kalinya aku melihat Sky bisa mengelus-elus dengan “benar”. Karena biasanya kalau diminta mengelus dia cuma menggunakan 3 jari, lalu selama sedetik cuma menyentuh obyek yang dielus. Haha…mungkin karena dia sebelumnya melihat bagaimana anak-anak lain mengelus-elus dan memeluk-meluk si kelinci. Contoh hasil meniru yang positif nih, hehe… 😉

***

“We willen graag betrokken zijn in de opvoeding van ons kind. We zijn geïnteresseerde ouders. We hebben de thuis-organisatie netjes onder controle”.

De eerste ouderavond op Sky’s school, gisterenavond om 8 uur. BAM. Totaal, pardoes…VERGETEN!!! 😦

Verkeerde agenda, geen alarm gezet, beide te druk met van alles en nog wat, Sky die al een tijdje weer moeilijk slaapt (en dus altijd over 8-en als we klaar zijn met haar naar bed brengen)… Nee nee nee, geen excuus verzinnen. Het is gewoon een schandalige slordigheid van ons. Erg lullig jegens Sky!

Vanmorgen hebben we met haar peuterspeelzaal een jaarlijks lente-uitstapje naar de kinderboerderij. Papa Joop ging speciaal even mee om met de billen bloot juffrouw Wendy te spreken. Het was gisteren gelukkig “maar” een informatieavond, en volgens Wendy waren er ook niet erg veel aanwezigen. Maar toch. We hebben haar beloofd om noooooit meer een afspraak te vergeten (voelen we toch even als leerlingen die wachten op hun straf…). Hebben we tenminste good will getoond (en zijn we ook van plan om daar aan te houden!).

Het was wel leuk bij de kinderboerderij. Mama Stella was 1 van de 6 vrijwillige ouders die mee ging omdat het volledige team uit 15 ondernemende peuters bestaat. En o jee wat was het toch een aparte ervaring om voor zoveel kinderen een beetje te zorgen (vermoeiend!). En dan zie je weer dat Sky toch een observerend type is, de enige in de groep. Voor de jongste in de groep is Sky fysiek heel kwiek, kan al heel veel, vergeleken met andere oudere kindjes (hoeveel kindjes heb ik vandaag nog met klimmen of steppen moeten helpen). Maar Sky koos om steeds dichtbij mama te spelen. Om nog heel vaak ‘mama mama’ te roepen. Om te huilen als ik andere kindjes aandacht gaf of met haar schep en emmer samen te laten spelen. Tja, misschien omdat ik juist er bij was! Toch vanaf nu proberen om haar stukje bij stukje extra ruimte te geven, om haar meer alleen te laten spelen (hoe moeilijk het ook is, voor Sky dan hè, niet voor ons!).

Om met iets leuks deze post af te sluiten, hier een video van hoe Sky het konijn van de kinderboerderij aaide (andere foto’s werden speciaal door een andere mama gemaakt, heb ik dus niet genomen. Heb mijn handen vol aan al die kindjes!) Het was de eerste keer dat ik Sky een dier goed zag aaien. Meestal is ‘aaien’ voor haar 2 seconden, met 3 vingers snel over de haartjes heen. Haha…misschien omdat ze daarvoor andere kindjes het konijn zag aaien en knuffelen. Toch leuke dingen geleerd vandaag met zo’n uitstapje van school. 😉

shaped food

Standard

blog1

Akhir-akhir ini kami cukup sering membuat makanan “lucu”. Hasilnya bervariasi. Telur dan puding yang dicetak selain berhasil berbentuk lucu, rasanya juga enak. Kentang berbentuk huruf-huruf kami beli begitu saja dari supermarket (tinggal dipanggang di oven). Senang sekali melihat Sky menyadari bahwa namanya yang dia temui di piring makan malamnya hari itu. Tapi cookie yang kami buat bersama, biarpun bentuknya bagus, rasanya amburadul, haha…resep yang dibuat terlalu gampang sih. Tapi Sky senang sekali membuat dan menghias-hias cookie-nya, dan itu yang paling penting. Mungkin justru untung bahwa dia tidak suka rasanya, hehe, kalau enggak bisa makan terus tuh. Dan cake yang kami buat terakhir (tidak ada di foto), rasanya enak tapi bentuknya yang kacau-balau, hahaha…pelajaran buat kali berikutnya: cetakan silikon harus disemir/disemprot mentega dulu sebelum diisi adonan cake, dan mengisi adonannya harus setengahnya saja, karena adonan melambung luar biasa. Hehehe, yah maklum deh ya, amatir sih di dapur… 😀

***

De laatste tijd hebben we vrij vaak “grappig” eten gemaakt. Met verschillend resultaat. De gevormde eitjes en pudding zijn erg leuk en lekker. De alfabet aardappeltjes zijn gewoon kant-en-klaar, erg leuk om Sky haar naam op haar bord te zien herkennen! Maar de koekjes, hoewel de vorm leuk is, smaken vreselijk, haha… Iets te makkelijk recept gebruikt waarschijnlijk. Maar Sky heeft er wel lol in gehad in het maken en versieren ervan, en dat is het belangrijkste! Misschien maar goed ook dat ze de koekjes niet lekker vindt, hahaha…De cakejes (staan niet op de foto) zijn wel lekker, maar de vorm is vreselijk, hahaha…een wijze les voor de volgende keer: de siliconen vorm eerst invetten voordat we de deeg erin doen, en dat we ze maar voor de helft moeten vullen, ze rijzen enorm! Tja, amateurs in de keuken… 😀